Sejarah singkat kecintaan saya terhadap SUV Trooper


  Dear all friends of mine,

  Sedikit cerita asal muasal

  saya mati-matian mencintai
  SUV Trooper. Dulu semasa
  kuliah ada teman bapak saya
  yang kontraktor sering
  bertamu kerumah dengan
  membawa Trooper Diesel
  LWB3 pintu warna Hijau
  metalic.
 
Trooper terlihat begitu gagah dan sosoknya yang tampan membuat saya senang melihat dan sesekali duduk dikabinnya. He he he
 
Hanya saja karena karena pintunya yang hanya 3, 2 di kiri dan 1 di kanan di kabin supir, membuat saya lebih tertarik dengan CJ 7 Biru Tua dengan atap fiber warna krem milik tetangga yang bekerja di Departement Perindustrian.
 
Saat itu masih lebih senang mengendarai Holden Torana dan Premier tahun 1973 milik Bapak. Masih merasa lebih nyaman dengan sedan.

Sampai setelah menikahpun saya  masih lebih senang dengan jenis sedan, walau sempat juga ganti kendaraan jenis jip.

 
Sempat punya jip mulai dari Jimny, FJ Hardtop dan terakhir Escudo 94, namun karena kenyamanannya terasa kurang untuk aktifitas sehari-hari, akhirnya karena kebutuhan keluarga, awal tahun 2000 saya memutuskan untuk pakai Minibus dengan bonet keluaran Mitsubishi yaitu Mitsubishi Kuda bermesin diesel yang mesti  indent 2 bulan sebelum diboyong ke garasi di rumah.

Seiring dengan perjalanan waktu dan beberapa kali melihat Trooper yang wara wiri di jalan,  rasa penasaran terhadap Chevrolet Trooper semakin memanggil sehingga akhirnya pada pertengahan tahun 2003 datanglah satu kesempatan untuk mencoba satu Trooper Bensin Hi Roof Silver di Bandung, saat saya jalan-jalan ke Bandung dengan seorang teman.

Begitu mencoba putar-putar di daerah Budi Luhur saya langsung jatuh cinta kepada si Silver ini. What a great car..!!!   I have to get it one… !! I say to my self…
Begitulah, akhirnya saya putuskan untuk memboyong pulang si Silver.
Akhirnya setelah tanya tanya dan dengansedikit rayuan dari teman saya, si Silver Trooper Hi Roof itu berhasil juga saya pinang.  He he he..
 
Hari itu juga setelah menyelesaikan segala urusan pembayaran, sekitar pukul 3 sore waktu setempat sayapun pulang ke tempat pemondokan di Bandung dan dijalan sempat membeli solder dan timah untuk menyolder konektor kabel antena radio komunikasi VHF (2 meteran) yang putus agar bisa di pasang dan dipakai untuk ngobrol selama perjalanan dari Bandung ke Bali besok.
Sebelum pulang sempat mampir juga di Banceuy pasang lampu kabut opsional agar lebih terang di jalan saat berkendara pada malam hari, mengingat perjalan kami dari Bandung ke Bali cukup jauh dan mungkin akan kemalaman di jalan.
 
 Sesampai di pemondokan saya segera memasang rig radio komunikasi Icom IC 228H yang saya bawa dari Bali. Perangkat radio komunikasi selalu saya pasang disemua kendaraan. Bagi saya radio komunikasi memang cukup penting melengkapi kendaraan. Boleh dikata sejak saya mengenal radio komunikasi saat SMA dulu, saya tidak bisa lepas dari perangkat yang satu ini, apalagi saya masih cukup aktif di dua oranisasi radio komunikasi yang ada di negara kita ini. Perangkat radio komunikasi sangat membantu kita dalam perjalanan jika tiba-tiba tersesat ataupun sekedar menemani ngobrol dengan pengguna radio lain selama dalam perjalanan kita.
Keesokan harinya pukul 4.00 subuh kami sudah meninggalkan kota Bandung. Selama perjalanan kami merasa tenang karena si Silver terasa adem, karena AC nya dingin euy… Maklum sudah double blower. he he he he…

Sempat makan siang di Tasikmalaya dengan menu pepes ikan emas dan lalapan, untuk menyegarkan badan.
Ternyata begitu memasuki perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah hujan turun luar biasa lebat sehingga wifer kaca tidak mampu menghapus kaca dengan cepat. Terasa berat kipas kaca itu menyapu kaca karena tebalnya curah hujan.

Untunglah hujan tidak terlalu lama. Menjelang sore kami memasuki Yogyakarta, kamipun beristirahat untuk makan malam sekitar 1/2 jam. Setelah usai makan kami meneruskan perjalanan dan mungkin tidak akan berhenti lagi dan akan tetap berkendara sejauh yang kami bisa.

Pukul 11.15 malam kami memasuki Probolinggo, dan rasanya kami tidak mampu lagi untuk meneruskan perjalanan karena rasa kantuk dan lelah yang teramat sangat.  Akhirnya kami putuskan untuk beristirahat di penginapan di Probolinggo.

Keesokan harinya, pukul 6.30 pagi kami sudah terbangun. Setelah mandi dan sarapan pagi kami segera meninggalkan penginapan dan memacu si Silver keluar dari Probolinggo. Problinggo – Ketapang mungkin akan kami tempuh kurang lebih 5 jam, dan penyeberangan sekitar 1 jam dan kami prediksi akan tiba di Gilimanuk sekitar pukul 2 siang.

Dari Gilimanuk rencananya kami akan ke Singaraja untuk mengantar teman yang membawa seperangkat barang. Gilimanuk – Singaraja akan ditempuh kurang lebih 2 sampai 3 jam perjalanan. Selanjutnya menjemput istri di desa Busungbiu kurang lebih 30 kilometer dari kota Singaraja. Wah akan malam juga tiba di rumah saya Denpasar.

Benar saja, pukul 1.25 kami telah antre di Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk. Pukul 2.10 kami baru meninggalkan dermaga Ketapang untuk menyebrangi Selat Bali menuju pelabuhan Gilimanuk. Pukul 2.55 kami keluar dari perut ferry dan menyusuri jalan raya Gilimanuk ke arah Pantai Lovina, Singaraja.

Namun setelah keluar dari perut ferry si Silver terasa berat tidak seringan saat baru keluar dari kota Bandung. Setelah di cek dengan perasaan, rasanya kampas kopling sudah aus sehingga mesin terasa ngeden saat di di gas. Tapi saya tetap meneruskan perjalanan ke Singaraja dan berdoa agar bisa tiba dengan selamat tanpa halangan yang berarti, mengingat perjalana masih cukup jauh pulang ke Denpasar nanti.

Pukul 5.36 kamipun tiba di Singaraja dan menurunkan barang-barang bawaan teman, sehingga beban si Silver jadi lebih ringan. Setelah menurunkan teman tadi, saya melanjutkan perjalanan ke desa Busungbiu untuk menjemput istri dan anak-anak dirumah mertua. Jalanan mulai berliku dan terkadang dengan tanjakan tajam serta curam. Ini yang saya khawatirkan, mengingat kondisi si Silver tidak fit lagi kaena kampas kopling yang sudah aus, namun tidaka da jalan lain selain harus meneruskan perjalanan sampai di Denpasar. Rencananya besok si Silver akan segera di bawa ke bengkel untuk memeriksa dan mengganti kampas kopling.

Hari sudah menjelang magrib ketika saya tiba di rumah mertua yang sedang ada upacara “melaspas”. (house blessing). Ketika akan memasukkan si Silver ke halaman rumah yang agak menanjak, ternyata si Silver sudah tidak mampu naik, dan ban jadi slip. Begitulah karena kopling sudah habis. Akhirnya si Silver terpaksa di parkir diluar saja, sambil menunggu istri dan anak-anak untuk berkemas.

Malam mulai turun ketika kami berangkat ke Denpasar. Untuk menghindari jalan tanjakan dan tikungan tajam di daerah Munduk dan Banyuatis, saya terpaksa mengambil jalur memutar lewat  barat lewat Pupuan – Antosari yang hampir 60 kilometer lebih jauh dibandingkan dengan jalur Bedugul – Denpasar, namun jalan lewat Pupuan ini datar, tidak ada tanjakan terjal yang mesti dilewati.

Akhirnya, pukul 9.15 kami tiba didepan rumah di Denpasar dengan perasaan lega, mengingat kondisi si Silver benar-benar sudah tidak kuat berjalan lagi.

Perjalanan dari bandung mengendarai Trooper Hi Roof bensin memang terasa nyaman, dan tidak membuat kita lelah dalam berkendara. Itulah yan gmembuat say asemakin cinta Trooper Hi Roof Bensin, kabin yang lapang dan lega membuat driver dan penumpang merasa lega, posisi duduk mengemudi yang pas untuk ukuran saya dengan tinggi 183 cm membuat nyaman dan tidak mudah lelah.

 
Begitulah, saya semakin mencintai SUV Trooper hasil kolaborasi Chevrolet dengas isuzu it.
 
 
Salam Trooper
 
 
 
 

 

Advertisements

SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2012


Dear all of my beloved frriends,

Tak terasa kita telah berada di penghujung tahun 2011, tinggal beberapa hari lagi kita akan menyongsong tahun baru 2012.

Waktu berlalu begitu cepat seolah dalam hitungan kerdipan mata.

Mari kita tengok kebelakang dan merenung sejenak apa yang telah kita perbuat untuk keluarga, teman-teman dan sahabat dan apa yang telah kita berikan kepada negara tercinta ini.

Seberapa banyakkah kita telah berbuat baik…?

Seberapa banyakkah kesalahan yang kita lakukan?
Mari kita renungkan sejenak. Merenungkan masa lalu mungkin berguna untuk mengingatkan kita dalam setiap perbuatan di masa yang akan datang….!

Selamat hari Natal 25 Desember 2011

dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2012.

Semoga di tahun yang baru ini segalanya menjadi lebih baik, lebih terang dan membawa rejeki dan kebahagiaan bagi kita semua.

Dewa

Salam dari kami ,

da Trooper Bali
Dewa Dwipayana
Silent-Hi-Roof-Black-Trooper