(Reposted) Perjalanan KTI Bali ke TIG VIII Bromo (bag. 8, selesai)


Synopsys cerita yang lalu :

Sedikit catatan saya mengenai Trooper Hijau Agung Wira ini. Tahun lalu ketika mengikuti TIG VII Yogya si Hijau juga mogok dan akhirnya ditinggal di Surabaya hampir 3 bulan. Saat itu si Hijau masih menggendong mesin bawaannya 4ZD1 yang sedang dalam eksperimen dan  dicangkok turbo, namun karena masih menggunakan karburataor, tampaknya turbonya tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan malah membuat mesin bensinnya jadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Simak cerita selengkapnya dibawah ini :

Akhirnya setelah 3 bulan ditinggal di Surabaya kami menjemput sampai di Lumajang, Jawa Timur saat teman-teman KTI Surabaya mengadakan fun off road disana. (ikuti cerita Off road di Lumajang)

Setelah berkendara menuruni gunung menembus gelapnya gunung Bromo kurang lebih 45 menit, pukul 12.11 WIB kami tiba di Sukapura Inn dan segera istirahat untuk memulihkan tenaga agar bisa menanam pohon besok.

Sebelum istirahat saya sempat menghubungi Bli Boncel untuk menanyakan Trooper Hijau Agung Wira dan mendapat informasi bahwa si Hijau sudah sehat. Ternyata kerusakannya hanya pada kabel arus ke pompa electric yang terkelupas dan menempel ke ground sehingga sekringnya terbakar dan pompa tidak bekerja untuk mengirim solar ke ruang bakar. Bli Boncel yang menemukan kabel merah yang terbakar isolatornya dan menempel ke ground itu.

Kemungkinan mekanik yang melakukan engine swap ke si Hijau memasang kabel merah itu terlalu dekat dengan manifold yang panas sehingga panas dan guncangan saat dijalan membuat kabel itu bersentuhan dengan manifold dan  membuat isolatornya meleleh dan terjadi arus pendek disana yang memutuskan sekring pengamannya.

Pukul 00.57 WIB saya dengar lamat-lamat beberapa kendaraan memasuki halaman parkir hotel didepan kamar. Saya mengintip lewat jendela dan tampak Agung Wira, Gusmang, Pak Frans dan Bli Boncel turun dari kendaraan sambil bercakap-cakap.

Akhirnya saya keluar kamar dan menanyakan kondisi si Hijau yang dijawab oleh Agung Wira bahwa hanya ada masalah kecil saja, hanya saja tidak ada yang tahu dimana masalahnya.

Setelah bercakap-cakap seputar si Hijau, Agung Wira masuk ke kamarnya untuk beristirahat begitu juga saya segera masuk kekamar untuk beristirahat.

Penanaman 1.000 pohon di Gunung Bromo

Kesokan harinya pukul pukul 06.11 WIB saya sudah terbangun dan ketika melongok keluar tampak Pak Wiranto dan Ican anaknya sudah membersihkan Trooper Hitamnya.

Saya turun dari kamar ke pelataran parkir hotel Sukapura ini untuk melihat-lihat kondisi si Hitam dan juga kendaraanteman-teman yang lan.  Sejauh ini si Hitam sehat-sehat saja. Air radiator saya cek dan tidak ada penurunan sama sekali sejak diisi dari Bali, begitupun oli mesin. Dari deepstik terlihat oli masih tetap tidak berkurang dan viscosity atau kekentalanyapun masih sangat bagus. Kebetulan oli baru diganti beberapa minggu lalu karena sudah saatnya. Saya perhatikan juga keempat ban dan ban cadangannya. Si Hitam ini masih memakai Bridgeston 31 “ A/T yang lumayan sudah cukup berumur. Hampir 5 tahun..!!!  Dan kondisinya masih terbilang bagus. Sekitar 80%. Padahal sejak dibeli ban ini sudah sering diajak blusukan masuk hutan, masuk ke trek Lumpur tanah merah yang lumayan berat sehingga kaki kiri si Hitam ini sempat keseleo karena salah posisi ketika di winch untuk keluar dari cerukan yang cukup dalam saat fun off road di hutan lindung di Baturiti, Bedugul. Ban ini juga yang mengantar saya ke TIG VI, Bali, ke Bromo sebelum TIG VII Yogya ketemuan denga teman-teman KTI Surabaya di Tanjung Perak dan sekarang ke TIG VIII.

Saya hanya menambah air di washer tank karena tinggal setengahnya, setelah dipakai untuk membersihkan kaca sepanjang perjalanan kemarin.

Selesai memeriksa kondisi si Hitam, saya kembali ke kamar untuk sarapan pagi yang telah disediakan oleh hotel. Sarapan pagi berupa nasi goreng dan secangkir teh manis.

Sehabis sarapan dan membersihkan diri, kami bersiap-siap untuk check out dan bergerak ke atas menuju ke Lava View untuk bergabung dengan teman-teman yang akan menanam pohon di lereng gunung itu.

Hari ini kami akan kembali berkumpul di Lava View untuk menanam 1.000 pohon cemara gunung di areal taman cagar alam Gunung Bromo beberapa ratus meter di belakang Hotel Lava View.

Pukul 9.17 kami sudah berkumpul di belakang lava View hotel. Pagi ini sesuai dengan agenda, kami akan mengadakan gerakan penghijauan dengan menanam pohon cemara gunung atau nama latinnya eucaliptus di atas pegunungan Bromo ini. Dengan penghijauan ini diharapkan akan dapat menahan atau minimal mengurangi erosi yang mungkin terjadi jika terjadi hujan lebat terus menerus yang mana kaan menggerus tanah pegunungan ini danmembuat longsor. Dengan menanam pohon cemara gunung ini secara teori akarnya akan mengikat tanah dan juga menyimpan air di saat musim penghujan.

Panitia bekerja sama dengan Dinas Kehutanan yang mewilayahi pegunungan Bromo ini. Dinas kehutanantelah menyediakan bibit cemara gunung sebanyak 1000 pohon lebih yang akan kami tanam diareal pegunungan bromo ini.

Me,planting eucaliptus tree in Bromo mountain.
Me, planting eucaliptus tree in Bromo mountain.

Setelah mendapat petunjuk dari petugas, kami segera dibagi menjadi beberapa kelompok yang disebar disekitar lereng pegunungan Bromo ini dan mulai menanam pada lubang yang telah disiapkan.

Saya dan istri serta anak-anak menanam di sisi kanan lereng, sementara teman-teman KTI Bali yang lainnya tersebar ada yang di sisi kiri dan ada yang diatas puncaknya juga. Pemandangan dari atas lereng gunugn ini sungguh indah.  Apalagi cuaca dipagi hari itu sangat cerah dan tak berawan sehingga pemandangan sekeliling sangat indah dan nun jauh dibawah terlihat hutan yang menghijau dengan pepohonan yang meliuk-liuk di hembus angin pegunungan. Sinar matahari membuat warna keemasan di celah-celah pepohonan yang bergoyang itu. Sungguhpemandaganan indah yang tak terlupakan

Karena peserta yang terdiri dari dewasa dan anak-anak cukup banyak, pukul 11.17 WIB penanaman 1.000 pohon telah selesai dan kami pun kembali berkumpul di depan aula Lava View hotel untuk berisitrahat sambil menunggu saat makan siang. 

Setelah acara penanaman pohon usai, kami dari KTI Bali berkumpul dan bersiap-siap hendak untuk pamitan denga temant-teman dari chapter lainnya untuk pulang ke bali.

Demikian cerita perjalanan te4amKTI Balai ke TIG VIII Bromo Jawa timur, semoga dapat menambahwawasan kia semua.

Kami mohon maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan yang tidak kami sadari.

Salam Trooper dari Bali.

Dewa

DK999YQ

Silent-Hi-roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s