(Reposted) Perjalanan KTI Bali ke TIG VIII Bromo (bag.7)


Synopsys cerita yang lalu :

Kenapa mobilnya om…? tanya anak saya kepada mas Echa.

“Radiatornya bocor. Jadi airnya berkurang terus neh.” Jawab mas Echa.

“Jalan aja deh. Sudah selesai kok.”  “Hati-hati ya. Tikungannya tajam-tajam dan terjal.” katanya lagi.

Selesai mengisi radiator, kami meneruskan perjalanan yang tinggal beberapa meter dari Lava View.

Selengkapnya ikuti cerita dibawah ini :

Akhirnya pukul 20.39 WIB kami tiba di Lava View. Kami memarkir kendaraan di depan Hall Lava View disusul oleh teman-teman yang lainnya.

Dari radio kami dengar kalau Trooper Hijau kinclong milik Agung Wira mogok persis didepan portal pintu masuk ke Lava View.

Setelah diperiksa olehBli Ketut Boncel danbeberap ateman lainnya ternyata tidak ada arus yang masuk ke pompa solar sehingga solar tidak ada yang masuk ke ruang bakar. Padahal pemiliknya sangat telaten mengurus si Hijau yang telah mengadopsi mesin turbo diesel 4JB1T. Untuk memudahkan perbaikan dan keamanan kendaraan akhirnya terpaksa si Hijau ditarik ke halaman Lava View.

Setiba di halaman parkir Lava View, Pak Frans mencoba mencari-cari keruskan si Hijau, namun tidak ketemu.  Dari pemeriksaan sementara diketahui solar tidak mau naik ke ruang bakar. Kemungkinan besar tidak ada arus yang menggerakkan kerja pompa ke ruang bakar mesin. Asumsi sementara pompa solar macet atau filter solar mampat. Sehingga dicoba untuk membuka filter solar dan menggantinya dengan yang baru.

Pak Ketut Boncel dimintai tolong untuk turun ke Probolinggo lagi untuk mencari mekanik sekalian membeli filter solar untuk pengganti sekalian membeli solar untuk memancing solar agar mau naik keruang bakar.

Setelah Pak Ketut Boncel kembali membawa filter solar dan satu jerigen kecil solar dan memasukkan solar ke filter ternyata si Hijau belum mau hidup juga.

Mas Ervan datang membantu dan memeriksa sekring di fuze box pengaman. Ternyata ada satu sekring pengaman yang putus.  Namun karena sudah mengadopsi mesin diesel, wiring fuze jadi tidak pasti urutannya. Tetapi mas Ervan coba untuk mengganti sekringnya.

“Ada sekring 10 ampere tidak bli…?”  tanyanya kepada Agung Wira.

 “Wah ngga ada mas.” jawab Agung Wira lagi. 

“Ini saya punya.” kata Pak Frans sambil meyerahkan sekring merah yang dibawanya. Mas Ervan mencabut sekring yang putus dan memasang sekring yang baru. Tetapi begitu dipasang sekring itu langsung putus dan berasap. 

“Wah ini ada yang korsleting bli.” Katanya sambil mencabut lagi sekring yang sudah putus itu.

“Tapi yang mana ya.” gumamnya.

Pak Frans, Pak James dari KTI Surabaya, Mas Ervan dari KTI Yogya, Bli Ketut Boncel dan beberapa teman dari KTI Jakarta juga ikut membantu mencari-cari kerusakan itu, namun si Hijau ini tetap mogok dan belum ada tanda-tanda akan hidup.

Malam semakin larut dan udara semakin dingin di puncak gunung ini.  Suhu di Lava View ini berkisar 11 sampai 14 derajat celcius. Sangat dingin.

Sementara itu teman-teman yang masuk trek sudah kembali dan mulai datang ke hall untuk pembukaanacara TIG VIII ini. Karenanya saya menyarankan untuk menunda dulu untuk memperbaiki si Hijau ini untuk mengikuti acara pembukaan TIG VIII yang akan segera di buka beberapa saat lagi.

Suasana di Lava View semakin ramai, karena banyak juga pelancong yang sedang ber week end dan menginap di Hotel Lava View ini.

Saya meninggalkan si Hijau yang masih diperiksa oleh beberapa teman-teman dan masuk ke hall Lava View kaerna lupa membawa jaket dan tidak kuat menahan udara dingin hanya dengan kaos T-Shirt yang say apakai dari tadi sore. Saya mencari istri dan anak-anak yang ternyata sudah duduk didalam hall sisi selatan didekat pintu masuk, karena sudah tidak tahandengandinginnya udara, meski telah mengenakan  jaket tebal dan syal serta topi hangat khas bromo dan juga slop tangan. Saya bergabung dan duduk di sebelah istri dan anak-anak diantara teman-teman dari KTI Chapter lainnya.

Beberapa saat kemudian pembawa acara mengundang teman-teman yang masih diluar  agar segera masuk ke hall karena acara pembukaan TIG VIII Jawa Timur ini akan segera di mulai. Malam sudah semakin larut. Sudah pukul 21.17 WIB ketika teman-teman dari semua chapter mulai masuk ke hall. Suasana di hall mulai agak hangat karena sudah mulai dipenuhi oleh teman-teman dari semua chapter.

Panggung diisi life musik dengan lagu-lagu berirama pop rock yang cukup enak didengar sehingga menambah hangatnya suasana. Sekali lagi pembawa acara mengundang para peserta untuk segera masuk ke hall karena acara akan segera di mulai.

Pembukaan resepsi TIG VIII Jawa Timur.

Malam  semakin larut, sementara masih banyak teman-teman dari chapter berbagai wilayah yang belum masuk ke hall, sehingga sekali lagi pembawa acara mengundang mereka untuk segera berkumpul agar acara pembukaan TIG VIII segera bisa di mulai.

Akhirnya pukul 20.49 WIB acara dibuka oleh pembawa acara. Hampir 2 jam molor dari waktu yang seharusnya oukul 19.00 WIB. Namun nampaknya banyak juga eman-teman yanag belum hadir di acara pembukaan ini Saya yakin mereka kelelehan dan mungkin jadi erlamabt untuk berbersih-bersih diri setelah seharian berkutat berjuang ditengah trek untuk bisa lolos dan tiba ti Lava View pada pukul 19.00 WIB seperti yang tertera di Itinerary perjalanan.

Acara pembukaan diawali oleh sambutan dari ketua panitia Pak Iwan dari Surabaya dengan melaporkan persiapan acara dan susunan acara dari siang tadi hingga pembukaan ceremonial malam ini.

Menurut Pak Iwan, acara TIG VIII sudah dimulai siang tadi dengan acara fun ff road melintasi Country Road dari teminal Probolinggo menuju Lava View di puncak gunung Bromo yang melintasi perkebunan teh, kebun coklat dan hutan lindung di taman cagar alam pegunungan Bromo yang memerlukan 5 jam perjalanan dari terminal ke pegunungan Bromo. Beberapa kendaraan peserta yang mendapat kerusakan di berbagai bagian sehingga perjalanan fun off road itu menjadi bertambah lama apalagi jumlah kendaraan yang masuk trek sangat banyak. Ada 73 Trooper yang masuk trek.  Jumlah yang tidak sedikit untuk bisa keluar dari trek tepat waktu. Begitulah rencana tiba di Lava View kurang lebih pukul 19.00 WIB akhirnya baru bisa tiba di Lava View pukul 20.00 WIB, sehingga praktis acara pembukaan TIG VIII jadi molor juga.

Anyway, itulah fun off road. Terkadang sangat sulit untuk memastikan waktu tempuh didalam trek, karena saat survey trek dan saat acara,  trek akan berubah, apalagi jika hujan mengguyur trek itu. Trek yang tadinya fun-fun saja  akan berubah drastis dan tidak tertutup kemungkinan menjadi trek yang sangat ekstrem untuk kendaraan sekelas Trooper yang rata-rata masih standar.

Hal ini sering saya alami di trek kami yang di Baturiti maupun di Bedugul, Bali.  Masih segar dalam ingatan saya saat si hitam terpaksa mesti dibawa kebengkel kaki-kaki dan mondok beberapa hari karena kesalahan prosedur saat di evakuasi dari cerukan dalam, karena posisi roda yang belum lurus saat di winch, sehingga akhirnya lower arm berubah sudutnya dan mesti dibongkar untuk di center ulang.

Berubahnya trek sungguh diluar perhitungan kami, mengingat seminggu sebelumnya trek itu masih sangat light dan cocok untuk fun off road, namun karena hujan lebat yang terus menerus selama beberapa hari rupanya membuat tanah tergerus dan meninggalkan lubang dan alur air dalam dan kontur tanahnya sangat labil karena merupakan tanah humus yang lembut dan mudah amblas saat dilindas. 

Kembali ke TIG VIII Jatim, karena trek Country Road yang panjang dan melelahkan akhirnya banyak teman-teman yang terlambat tiba dan ada juga yang bahkan tidak mengikuti acara pembukaan ini karena masih membersihkan diri. Apalagi sebagaian besar dari kami membawa anak-anak kecil yang mulai rewel karena jenuh atau kelelahan ditrek Country Road siang tadi.

Ini menjadi catatan buat saya untuk memberi masukkan kepada pengurus pusat  agar kedepannya nanti bisa memperbaiki dan membuat Country Road yang lebih ringan sehingga tidak memerlukan waktu yang terlalu panjang melaluinya. Menurut saya pribadi sebaiknya acara jalan-jalan seperti Country Road ini dibuat benar-benar fun sehingga dapat menghibur peserta, utamanya anak-anak dan juga mereka yang baru bergabung di keluarga besar Trooper Indonesia.

Sebab TIG adalah Trooper Indonesia Gathering, seperti namanya semestinya yang diutamakan dalam acara ini dan diberi porsi waktu yang agak banyak adalah Gathering-nya sehingga teman-teman dari berbagai chapter dapat bertemu dan berinteraksi secara fisik dan melakukan “eye balls” istilah dari amatir radio untuk percakapan secara langsung ataupun
”face to face” saat Gathering seperti ini.  Disinilah saatnya para anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dapat saling bertemu dan berkenalan secara langsung setelah sebelumnya mungkin hanya bisa berkomunikasi lewat milis di internet atau via hand phone.

Sungguh sayang jika kesempatan bertemu dan bertatap muka langsung yang hanya sekali setahun ini jadi mubazir karena waktunya habis untuk acara fun off road yang sangat melelahkan peserta. Seyogyanya fun off road dibuat hanya sebagai pelengkap acara dan juga melihat waktu yang tersedia. Semoga hal ini dapat menjadi pertimbangan pengurus untuk meninjau kembali acara TIG kedepannya dan TIG agar di fokuskan untuk acara bertemu dan berkumpul untuk saling mengenal sesama anggota. Saya termenung mengingat acara yang sedang berlangsung dan yang akan dilaksanakan sehubungan dengan pelaksanaan TIG VIII Jawa Timur 2008 ini.

Anyway, back to the even now.  Pak Iwan didampingi oleh Pak Sudirman dari KTI Surabaya yang menjadi Panitia pelaksana TIG VIII kali ini masih memberikan laporannya. Pak Iwan juga menjelaskan susunan acara malam ini adalah perkenalan sesama anggota, briefing untuk acara penanaman 1.000 pohon yang akan dilakukan esok pagi di atas pegunungan Bromo di belakang Lava View yang gundul.  Ada 1.000 batang pohon lebih rencananya di tanam diatas gunung Bromo untuk mengikat tanah agar tidak terjadi longsor.

Me presenting the vandal to Mr. Arie from KTI Riau
Me presenting the Vandal to Mr. Arie from KTI Riau

 

 

 

 

 

 

 

Selesai briefing  acara dilanjutkan dengan makan malam bersama secara prasmanan dengan menu ayam goreng, ikan laut goreng dengan sambal tomat dan acar, cap cay dan sayur hijau dilengkapi dengan  hiburan life musik dari band local yang membawakan lagu-lagu pop dan irama country yang cukup menghibur peserta. Makan malam baru dimulai pukul 22.15 WIB karena keterlambatan dari peserta untuk tiba di Lava View setelah mengikuti jalan-jalan Country Road. Untungnya suasana kebersamaan cukup kuat di antara teman-teman KTI sehingga makan malam yang terlambat itu tidak begitu jadi masalah.

Setelah makan malam bersama usai, Panitia menyerahkan panel kenang-kenangan kepada leader dari masing-masing chapter. Yang diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Pak Iwan didampingi oleh Pak Sudirman dari KTI Surabaya.

Usai penyerahan plakat kenang-kenangan dari panitia kepada peserta, saya mewakili KTI Bali juga menyerahkan kenang-kenangan dari KTI Bali berupa panel kayu yang cantik kepada perwakilan seluruh chapter yang berkesempatan hadir pada TIG VIII Jawa Timur 2008 kali ini. Semoga panel itu bisa manjadi alat untuk mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan dari semua anggota Komunitas Trooper Indonesia yang ada di seluruh Indonesia tercinta ini.

Acara pembukaan TIG VIII ditutup dengan acara sarasehan yang dihadiri oleh seluruh leader dari masing-masing chapter untuk membahas rencana kedepan Komunitas Trooper Indonesia yang saat ini sudah memiliki 12 chapter di seluruh Indonesia. Yang berdiri mulai dari KTI Pusat Jakarta, KTI Surabaya, KTI Bali, KTI Paiton, KTI Bandung, KTI Yogya, KTI Semarang, KTI  Blitar, KTI Duri, KTI Lampung, KTI Riau daratan dan KTI Jember dan KTI Duri di Riau daratan yang sedang dalam persiapan.

Bukit Teletubis
Bukit Teletubis

Sarasehan dipandu langsung oleh Mas Echa sebagai Ketua Umum Komunitas Trooper Indonesia periode 2008 – 2013 mendatang.

Dari hasil sarasehan itu Ketua Umum KTI akan menyusun program kerja kedepan selama 5 tahun yang akan di laksanakan secara konsisten dan sesuai dengan harapan dari masing-masing chapter yang ada sehingga program kerja dapat berjalan optimal dan memberi azas manfaat bagi semua chapter dan juga masyarakat pada umumnya.

Program kerja diwilayah-wilayah akan diserahkan ke masing-masing chapter dengan mengacu pada program kerja yang telah disusun oleh Pengurus Pusat dan telah disetujui oleh seluruh chapter yang ada. Even KTI yang telah berjalan selama ini adalah :

TIG atau Trooper Indonesia Gathering yang mana pelaksaannya diadakan setiap tahun sekali dengan tempat yang berpindah-pindah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu.

 TIFOR atau Trooper Indonesia Fun Off Road adalah salah satu even dari Komunitas Trooper Indonesia untuk memberi  pembelajaran dan pelatihan dasar bagaimana acara mengoperasikan kendaraan 4 X 4 bagi anggota yang dipandu  oleh Pengurus QQ seksi teknik. Dengan mengikuti TIFOR dan pelatihan diharapkan semua anggota dapat mengoperasikan kendaraan 4 X 4 dengan benar dan aman.

TIAOR atau Trooper Indonesia Adventure Off Road adalah salah satu even dari Komunitas Trooper Indonesia. Disini peserta yang telah mengikuti TIFOR dapat menguji ketrampilannya dalam mengoperasikan kendaraan 4 X 4. Disinilah saatnya menguji ketrampilan, dan menguji nyali para anggota yang telah siap fisik maupun kendaraannya. TIAOR dapat dilakasanakan beberapa kali dalam setahun sesuai dengan situasi dan  kondisi sat itu.

TICA atau Trooper Indonesia Charity Action adalah salah satu acara Komunitas Trooper Indonesia untuk meng-ekspresikan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan mengadakan bakti sosial yang mungkin dibutuhkan oleh lingkungan maupun tempat yang lainnya. Dengan TICA anggota diharapkan ikut berpartisipasi dalam masalah sosial dan sedapat mungkin bisa membantu  penanggulangannya. TICA dapat saja dilaksanakan setiap waktu jika keadaan menuntut untuk itu.

Sarasehan diakhiri pukul 23.17 WIB karena malam sudah sangat larut dan mangingat besok pagi kami mesti berkumpul pagi pagi sekali untuk menanam 1.000 pohon di puncak gunung Bromo.Team KTI Bali akan kembali ke hotel Sukapura yang agak jauh dibawah dengan 25 menit berkendara menuruni gunung.

Me and family i Bromo Seasand
Me and family in Bromo Seasand

 

Melihat istri dan anak-anak yang sudah kelelahan, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Hotel Sukapura Inn dan meninggalkan Agung Wira dan Gusmang yang ditemani oleh Bli Boncel, Pak Frans dan teman-teman dari Surabaya yang masih mengutak atik Trooper Hijau Agung Wira yang mogok. Pak Ketut Uban juga ikut turun dibelakang saya diikuti oleh Yande dengan Trooper Hitamnya.

Sedikit catatan saya mengenai Trooper Hijau Agung Wira ini. Tahun lalu ketika mengikuti TIG VII Yogya si Hijau juga mogok dan akhirnya ditinggal di Surabaya hampir 3 bulan. Saat itusi Hijau masih menggendong mesin bawaannya 4ZD1 yang sedang dalam eksperimen dan  dicangkok trubo, namun karena masih menggunakan karburataor, tampaknya turbonya tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan malah membuat mesin bensinnya jadi tidak bekerja sebagaimana mestinya.

(bersambung)

Ikuti terus cerita selanjutnya hanya di da-trooper-bali.com

Dewa

DK999YQ

Silent-Hi-roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s