(Reposted) Perjalanan KTI Bali ke TIG VIII Bromo (bag. 4)


6 botol bir plus satu botol Arak Bali GGH  habis kami tenggak. Udara terasa semakin dingin ditambah hujan rintik rintik membuat kami mesti mengakhiri obrolan kami.

 “Yande sudahan dulu. Berhenti berendam nya.” Kata Pak Ketut Boncel sambil bangun dari tempat duduk.

 Synopsis cerit ayang lalu :

“Iya.” “Ini juga mau selesai”. “Enak lo berendam disini malam-malam.” katanya sambil bangkit dari kolam.

Cerita selanjutnya disini :

“Iya.” “Ini juga mau selesai”. “Enak lo berendam disini malam-malam.” katanya sambil bangkit dari kolam.

 “Enak karena ada yang nemenin atau memang enak.” Kata Gusmang sambil tertawa.

Akhirnya pukul 23.17 WITA kami pergi kekamar masing-masing untuk beristirahat karena besok pag isetelah sarapan kami akan bergerak lagi menuju Probolinggo, untuk bertemu dengan teman-teman KTI dari seluruh Indonesia namun sebelumnya jika memungkinkan kami akan mampir dulu di rumah Pak Irwan salah seorang anggota KTI Bali yang kebetulan istrinya pindah tugas dan untuk sementara waktu menetap di Probolinggo.

Begitulah kami pun segera masuk kamar masing-masing untuk berisitrahat agar bisa segar kembali besok.

 Perjalanan dari Blawan ke Bondowoso.

 Pukul 06.37 WITA atau pukul 05.37 WIB saya sudah terbangun karena mendengar suara burung dan gemericik air di kolam air panas  didepan kamar. Saya membuka pintu kamar dan mengintip keluar. Ternyata hari masih agak gelap. Saya keluar kamar dan duduk di amben sambil memandang ke kolam renang yang masih sunyi. Nampaknya belum ada tamu yang bangun. Saya berjalan-jalan ke sisi kanan kamar ke lapangan tempat menjemur biji kopi, dimana si Hitam saya parkir tadi malam.

Saya menekan remote control untuk membuka pintu si Hitam dan membuka kap mesin untuk  melihat ruang mesin, memeriksa air accu, air radiator dan ketinggian oli di deep stick. Alhamdulilah semuanya baik-baik saja.  Air accu msih dalam batas normal, air radiator juga tidak mengalami penurunan baik di radiator maupun di tabung reservoirnya. Hanya air di tabung washer yang tinggal setengahnya. Saya mengambil botol Aqua besar dan mengisi air yang saya ambildari jerrycan plastic yang saya bawa dikabin belakang, kemudian menuangnya ke tabung washer setelah dicampur dengan sedikit shampoo rambut.

Setelah itu saya hidupkan mesin setelah menendang pedal gas sekali. Dan si Hitam hidup dengan sekali start.  Saya membiarkannya hidup sejenak.

 “Kenapa itu Pak Dewa”. Tiba-tiba terdengar suara Agung Wira di belakang saya.  Rupanya Agung Wira juga baru bangun dan bermaksud memeriksa Trooper Hijaunya yang kinclong yang telah mengalami engine swap eke 4JB1T.

 “Oh. Tidak apa-apa.” “Cuma memeriksa kalau ada apa-apa di mesin”. Jawab saya.

“Sudah mandi pak Agung..?” tanya saya kepadanya.

 “Belum.” “Dingin lo” katanya.

 “He he he he.” “Iya. Lumayan dingin.” Jawab saya.

 “Tapi di Ijen tempat kita berhenti kemarin, pasti jauh lebih dingin dari disini.” Kata saya.

“Iya lo.” “Kemarin sore jam 3 sja sudah begitu dinginnya ya.” “Bagaimana kalau malam ya.” Katanya lagi.

 Agung Wira mengambil lap kanebo dari bawah jok dan membasahinya dengan air kemudian mengelap kaca depan dan kaca jendela Troopernya.

 “jam berapa kita berangkat.?” Tanyanya lagi.

 “Iya secepatnya.” “Setelah sarapan pagi.” Kata saya lagi.

Hari ini rencananya kami akan berangkat ke Probolinggo dan kalau ada waktu akan berkunjung ke rumah pak Irwan salah seorang anggota KTI Bali yang sementara ini menetap di Probolinggokarena istrinya yang bekerja di Telkomsel kini bertugas di PRobolinggo.

 “Yuuk mandi dulu.” kata saya kepada Agung Wira sambil berlalu.

 “Yuuk silahkan duluan deh. “ “Saya juga sebentar lagi mau mandi.” katanya.

 Saya masuk ke kamar lagi, dan hendak kekamar mandi, namun ternyata Dewinta anak saya sedang mandi.

 “Ayo cepetan mandinya.” “Sudah siang neh.” kata saya.

 Kami mandi bergiliran. Sambil menunggu anak-anak dan istri mandi saya keluar kamar dan duduk lagi diamben ketika Gusmang datang menghampiri. Rupanya dia sudah selesai mandi.

 “Sudamandi Pak Dewa..?” tanyanya.

 “Belum.” Masih antri. Tunggu giliran.” jawab saya.

 “Jam berapa mau berangkat..?” tanya lagi.

 “Iya setelah sarapan pagi, langsung berangkat saja.”  Kata saya lagi.

 “Dari sini ke Probolinggo kira-kira 2 ½ jam.” kata saya lagi.

“Kalau bisa kita berangkat jam 9 kita punya waktu untuk mampir di rumah Pak Irwan, sebelum bergabung dengan teman-teman yang lain di Terminal Probolinggo.” kata saya lagi.

 “Ngapain ke Terminal Probolinggo..?” tanya Gusmang lagi.

 “Iya kita ketemuan dengan teman-teman KTI yang lain dari seluruh Indonesia sebelum berangkat ke Gunung Bromo.” “ Kita tidak ikut CR ya.” Kata saya.

“Lo kok ngga ikut…?” tanya Gusmang lagi.

 “Iya neh kita agak khawatir dengan anak-anak nanti mereka bosan. Soalnya dengar-dengar CR ny akurang lebih 5 jam.” “Terlalu lama buat anak-anak.” Kata saya lagi.

(bersambung)

Ikuti terus cerita ini..

Salam Trooper dari Bali

Dewa

DK999YQ
Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s