(Reposted) Perjalanan ke Lumajang,Jawa Timur. bag. 1


Me with 123 YA

 Halo sobat and sohib da Trooper Bali serta visitors website ini dimanapun kalian berada

Saya kembali lagi untuk melaporkan perjalanan tim da Trooper Bali ke Lumajang, Jawa Timur. Sebenarnya bukan tim ya, lebih tepatnya adalah perjalanan si Trooper Coklat Metalic DK123YA yang telah mengalami engine swap dengan 4JB1T kesayangan saudara kita IB Komang  Budiana atau lebih akrab dipanggil Gusmang.

Selengkapnya ikuti perjalanan kami ke Lumajang yang sekaligus mengukur kemampuan si Coklat di medan pasir pantai Selok Awar-awar, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang yang sangat seru.

Keberangkatan kami ke Lumajang boleh dikatakan sangat mendadak dan tanpa persiapan sama sekali. Bagamana tidak, saya ditelepon oleh Gusmang hari Jum’at tanggal 28 September 2007 pukul 14.30 sore. Saya agak kaget juga ketika mendengar akan berangkat ke Jawa Timur hari Sabtu tanggal 29 September 2007, sepulang kerja. Tetapi sebagai bukti dan konsekwensi dari kesetiaan saya kepada Trooper dan tentu saja kepada da Trooper Bali sebagai wadah penggemar dan pencinta Trooper di Bali, tanpa fikir panjang saya jawab siap. Apapun yang terjadi, saya siap berangkat. Quesera sera what ever will be will be…….  Begitulah petang itu kami berangkat ke Lumajang dengan empat personil….

Setelah tanya-tanya ke pada Gusmang dalam rangka apa kami ke Lumajang, dan kenapa kok mesti ke Lumajang….? Akhirnya Agung Wira menghubungi saya dan menjelaskan bahwa kami akan ikut survey trek off road di Lumajang yang akan dipakai untuk acara pelantikan anggota Komunitas 4 X 4 Jawa Timur. Disamping itu ada hal yang lebih penting yang membuat saya bersemangat, yaitu menjemput si Hijau DK999GN Trooper milik Agung Wira yang tertahan di Surabaya sepulang dari TIG VII Yogyakarta pada bulan Juli lalu. (Ikuti cerita perjalanan TIG VII Yogya sebelumnya).

Kami berangkat ke Lumajang Jawa timur tanpa persiapan sama sekali. Iya akhirnya kami berangkat juga ke Lumajang untuk mengikuti survey trek yang katanya akan terdiri dari trek pasir di pantai dan juga di lembah Gunung Semeru didesa Senduro, Lumajang.

Kami belum pernah mendengar tentang pembentukan Komunitas 4X4 Jawa Timur. Di Bali sendiri telah terbentuk sejak tahun 2006 lalu komunitas 4X4 serupa yang kami beri nama Sekeha Demen 4X4 yang saat ini beranggotakan seluruh anggota da Trooper Bali ditambah beberapa rekan dari kendaraan 4X4 selain Trooper yang bergabung.

Sabtu 29 September 2007, pukul 9.35 WITA Gusmang menghubungi saya di phone seluler saya dan memastikan kesiapan saya untuk berangkat sore nanti. Saya sampaikan bahwa saya sudah siap berangkat segera sepulang kantor nanti. Saya sampaikan juga kepada Gusmang, kalau bisa supaya berangkat lebih awal kurang lebih pukul 16.00 WITA supaya bisa menyeberang dan tiba di Ketapang kurang lebih pukul 19.00 WITA.

Seperti biasa hari Sabtu saya ngantor 1 jam lebih awal dari hari biasa, sehingga pukul 12.00 WITA saya sudah bisa meninggalkan kantor, namun seperti biasa ada saja hal-hal kecil yang mesti dikerjakan, sehingga akhirnya pukul 13.00 WITA saya baru bisa meninggalkan kantor, menuju ke arah Sanur untuk memenuhi janji dengan seseorang untuk melihat kendaraan tua yang sedang saya taksir.

Pukul 15.00 saya hubungi Agung Wira yang ternyata sedang di Bengkel untuk mencuci kendaraannya yang lain, saya tanyakan lagi jam berapa kita akan berangkat dan dijawab kira-kira jam 4 sore..

Saya segera memacu Trooper Hitam saya untuk pulang ke rumah dikawasan Jalan Gatot Subroto bagian barat untuk berkemas-kemas seperlunya.

Pukul 15.45 saya sudah di rumah, dan bergegas untuk mandi, sementara perlengkapan kecil untuk perjalanan sudah saya siapkan sejak tadi malam.

Setengah jam kemudian pukul 16.15 WITA saya sudah ready diteras rumah menunggu jemputan Gusmang, Agung Wira dan Agus Pendit.

Setengah jam menunggu belum ada tanda-tanda kedatangan Gusmang dengan Trooper Coklat-nya membuat saya mondar mandir diteras, dan melepas T-shirt Trooper yang saya kenakan, kaerna tidak sabaran, akhirnya saya kontak Gusmang di phone selulernya dan ternyata Gusmang sedang meluncur untuk menjemput Agung Wira dan Agus Pendit.

Setelah besembahyang, saya kembali menunggu kedatangan si Coklat di teras.

Hampir satu jam saya menunggu. Dan akhirnya pukul 18.15 si Trooper Coklat datang juga dengan drivernya Gusmang, disamping Agung Wira dan Agus Pendit.

Pukul 18.35 WITA kami bergerak kearah barat. Kali ini si Coklat di kendalikan oleh Agung Wira.

Setelah pamitan kepada istri dan anak ketiga saya Dewinta, saya naik ke kabin depan dan duduk sebagai navigator sedang Agung Wira sebagai pilot sementara Gusmang pemilik si Coklat dan Agus Pendit duduk di jok tengah.

Saya perhatikan lebih seksama performa si Coklat yang telah mengalami engine swap 4JB1T. Suara mesin terdengar halus dan begitu pedal gas di injak terasa sekali hentakan mesin ke roda sangat bertenaga. Memang benar, sejauh ini 4JB1T memang sangat sesuai dengan karakteristik body Trooper yang tergolong bongsor. Awalnya saya agak ragu dengan kemampuan si Coklat ini, mengingat perjalanan yang cukup jauh ke Lumajang dan sebagian besar akan melewati jalan aspal, sementara ban yang terpasang di keempat roda Simex Extra Trekker yang notabene memiliki tapak ban yang kasar yang cocoknya buat di lumpur. Saya yakin tapak ban Simex yang kasar akan membuat suara bising yang cukup mengganggu kenyamanan kabin.

Dan benar saja tapak ban yang kasar itu akhirnya membuat suara bising yang cukup mengganggu kenyamanan kabin. Namun, tidak terlalu berpengaruh pada tenaga mesin. Terbukti hentakkan mesin 4JB1T ini benar-benar prima. Sempat adu kecepatan dengan Mercedez Benz Master Piece 300E di daerah Negara. Saat itu kecepatan kendaraan kurang lebih 110 km/jam si Mercy agak kesulitan untuk mengejar kami, entah karena memang kendaraannya yang bermasalah atau drivernya yang kurang bernyali, yang jelas setelah kejar-kejaran beberapa lama akhirnya kami tinggalkan si Mercy jauh dibelakang.

Suara mesin 4JB1T di ruang mesin dengan turbo intercollernya nyaris tak terdengar di dalam kabin karena tertutupi oleh suara ban Simex Extra Trekker yang mendesing kencang.. He he he he….

Dari rumah saya di kawasan Jalan Gatot Subroto barat, Denpasar, kami meluncur melewati Jalan Kebo Iwa, terus ke Jalan Raya Dalung Indah, Jalan Tibungsari, Jalan Raya Abianbase dan akhirnya keluar di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, di desa Kapal.

Sementara itu digital clock di Trooper coklat ini menunjukkan pukul 18.51 WITA. Beruntung jalanan tidak terlalu padat, sehingga Agung Wira bisa leluasa menginjak pedal gas dan tidak terlalu sering menggantung kopling. Mesin 4JB1T ini cukup bertenaga. Tarikan pertamanya terasa enteng dan powerful, engine brakenya juga bagus, begitu pedal gas di lepas dan menurunkan perseneleng percepatan, tenaga mesin langsung menurun dan engine brake bekerja sempurna.

Memasuki jalan raya Denpasar – Gilimanuk di saat petang hari, ternyata sangat tepat, mengingat lalu lintas tidak terlalu padat. Agung Wira menginjak pedal gas lebih dalam lagi dan, si Coklat menggeram dan melesat kencang. Dari 0 – 80 km tercatat mampu ditembus oleh si Coklat kurang dari 16 detik. Performa yang cukup bagus untuk mesin diesel tua.

Agung Wira terus menendang pedal gas dan kecepatan rata-rata dijaga antara 90 – 110 km perjam. Saya menghidupkan radio komunikasi ICOM IC 228 H di dashboard dan mencoba menghubungi istri saya dirumah. Walau agak lemah namun kami masih bisa berkomunikasi dengan baik dengan base station saya yang ada dirumah.

Mengingat medan yang kami lalui yang selalu berkelok-kelok dan ada dibalik perbukitan akhirnya saya minta istri saya yang telah mengendarai Mitsubishi Kuda diesel pergi ke mall agar berpindah ke fasilitas Radio Pancar Ulang RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Kota Tabanan dengan frekwensi kerja 143.292 MHz dengan input 143.232 Mhz. Tenyata melalui fasilitas radio pancar ulang RAPI Tabanan kami bisa berkomunikasi dengan sangat sempurna dengan readability 5-9 dan full scale pada S meter di Icom IC 228 H si Coklat ini, walaupuin jarak kami telah cukup jauh. posisi saya saat ber komunikasi dengan istri saya sudah berada di daerah Selemadeg, sementara istri saya sedang melintas di jalan Diponogoro, Denpasar yang berjarak kurang lebih 45 km.

Kami sudah meninggakan Denpasar jauh ke arah barat dan beberapa saat lagi akan memasuki Kabupaten Jembrana. Digital clock pada console box telah menunjukkan pukul 20.15 WITA ketika kami melintas di kota Negara menuju arah pelabuhan Gilimanuk. Jalanan yang agak sepi membuat Agung Wira leluasa menginjak pedal gas lebih dalam lagi, sehingga kecepatan si Coklat menembus 120 km perjam.

Pukul 20.57 WITA kami sudah mengambil tiket penyeberangan dan segera masuk kedalam perut ferry untuk menyeberang ke Ketapang.

Setelah memarkir si Coklat di ferry kami semua melompat turun dan naik ke deck penumpang untuk beristirahat sambil melihat-lihat lampu-lampu pelabuhan Ketapang di kejauhan sana.

Rasanya penyeberangan kali ini agak lambat dari yang saya perkirakan.
Biasanya penyeberangan Gilimanuk – Ketapang membutuhkan waktu kurang lebih 25 sampai 45 menit, namun ternyata sudah 60 menit lebih ferry yang menyeberangkan kami berlayar belum juga bersandar di Ketapang. Kami melihat lampu-lampu pelabuhan Ketapang yang berkelap-kelip sudah sangat dekat. Setelah diperhatikan ternyata ferry yang kami tumpangi masih diam terkatung-katung di tengah laut. Kami masih mesti menunggu ferry di Ketapang yang segera berangkat, sementara dermaga yang lain masih terisi.

Setelah terkatung-katung hampir 30 menit ditengah laut Selat Bali, akhirnya kami bersandar di Ketapang pada pukul 21.23 WITA di console box si Coklat.

Kami keluar dari perut ferry dan begitu menyentuh aspal diluar pelabuhan Agung Wira menginjak pedal gas dalam-dalam dan Trooper kami melesat kencang mengikuti jalan raya Ketapang – Banyuwangi lewat pantai selatan.

(bersambung)

Ikuti terus kisah perjalana kmi ke Lumajang ini.

Banyak cerita mendebarkan dalamperjalanan kami ini…

salam dari Bali

(c) dewa

 da Trooper Bali

DK999YQ

Silent-Hi-Roof-Black-Trrooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s