(Reposted) KopDar KTI Jawa Timur – Bali. bag. 2


Ringkasan cerita yang lalu :

Malam sudah semakin larut. Sudah pukul 22.45 WITA. Saya merasa kesepian karena istri dan anak saya sudah tertidur, sementara Bli Boncel sedang menerima telepon. Untuk menghindari kantuk saya memasang DVD film the Incridible Hulk, walau sering dianjurkan dalam berbagai tayangan sebaiknya tidak memutar film kalau sedang mengemudi, namun saya fikir dengan mendengarkan suara dan kegaduhan dari film fikiran dan emosi saya tetap terjaga sehingga tidak mengantuk selama perjalanan ini.

“Pak Dewa, saya akan berhenti sebentar, silahkan jalan terus nanti akan saya susul.” terdengar Bli Boncel di radio.

“Barusan saya telpon Mas Amin, kita ditunggu di alun-alun kota katanya. Teman-teman dari Blitar sudah ngumpul di Gor. Sementara KTI Surabaya akan tiba beberapa saat lagi dan mungkin akan ke alun-alun kota juga. Wah kita bisa ketemuan disana.” katanya lagi.

Pukul 00.17 WITA kami memasuki kota Jember dan langsung kei alun-alun kota. Alun-alun di tengah kota itu terlihat gemerlapan oleh lampu-lampu warna warni dan neon box yang bertebaran. Kami memutari alun-alun itu untuk mencari parkir dan akhirnya kami memarkir kendaraan di sisi kanan alun-alun. Ternyata di alun-alun kota ini ada banyak pedagang makanan mulai dari soto ayam, soto sapai, Rawon, sate kambing danayam goreng maupun bakar tersedia. Kami memang pada kelaparan semua.  Ada beberapa kendaraan yang sudah parkir disana, namun belum terlihat Trooper yang telah diparkir.

Saya membangunkan Dewinta anak perempuan saya yang tertidur sedari Rogojampi.

Tak beberapa lama kemudian, terlihat ada Civic Exelent warna cream mendekati kami dan berhenti tepat didepan kami.

“Halo selamat datang di Jember mas.” kata pengemudinya yang ternyata adalah mas Amin.

“Lo kok bawa sedan mas.? tanya saya.

“Iya Trooper saya as rodanya patah mas. Belum dapat cari penggantinya.” katanya.

Setelah memarkir kendarannya, Mas Amin yang ditemani istrinya  yang sedang hamil tua bergabung bersama kami. Setelah bersalam-salaman kami menyeberang jalan dan masuk ke tengah alun-alun kota untuk mencari tempat makan.

Kami memilih lapak lesehan yang menjual Ayam goreng dan lalapan. Karena kami memang sudah pada lapar berat, kami segera saja memesan pesanan masing-masing. Saya dan keluarga memesan ayam goreng plus lalapan dan minum teh manis panas.

Sambil menunggu pesanan, kami membicarakan kejadian yang kami alami di Gunung Gumitir. Dan mendiskusikannya dengan mas Amin Azis.

Menurut mas Azis, daerah tempat Trooper Kuning Pak Wiranto mogok disebut Watugudang. Dan didaerah itu memang sering ada kejadian aneh dengan mogoknya kendaraan yang sedang melintas tanpa sebab yang jelas. Dan menurut cerita tetua penduduk setempat, konon daerah itu dulu adalah tempat segala benda pusaka milik Ronggolawe disimpan dan konon jika ada orang yang melintas didaerah itu membawa benda-benda pusaka khususnya pada malam hari pasti akan ada berbagai macam hambatan sehingga agak sulit melewati derah itu. Dan Mas Amin Azis langsung menebak kalau Pak Wiranto membawa benda-benda semacam pusaka atau jimat lain. Karenanya saya bertanya kepada Pak Wiranto mengenai hal itu.

“Ma’af pak, apa Pak Wiranto membawa jimat atau benda pusaka di Trooper Pak…?” tanya saya.

“Ah ngga kok. Saya cuma membawa buku Quar’an kecil di atas plafon kendaraan. Qur’an ini selalu saya bawa kalau saya bepergian”. katanya lagi.

“Apa mungkin itu penyebabnya Mas….? tanya saya kepada mas Azis.

“Mungkin saja Bli.” jawabnya.

KTI Surabaya gabung di alun-alun kota Jember

 

My Black Trooper

 

Tiba-tiba serombongan Trooper tinggi datang dan langsung memenuhi tempat parkir di seberang alun-alun tempat kami duduk lesehan.

“Eh banyak Trooper datang tuh.” kata saya kepada teman-teman yang serta merta menolehke seberang jalan.

Setelah penumpangnya turun, saya dapat mengingat. Ternyata itu adalah rombongan KTI Surabaya. Ada mas Zainal, mas Asep, Pak Made orang Singaraja, Bali  yang tinggal di Surabaya, ada Pak James Ridwan, Mas Dipo, Pak Rudi, Pak Erik, Pak Sudirman dan beberapa yang tidak saya kenal, karena baru pertama kali ini saya lihat.

Mereka menyeberang dan bergabung dengan kami yang sedang lesehan. Kaena sedang makan dengan tangan, saya tidak bisa menyalami mereka, jadi hanya bisa menyapa saja.

“Halo mas Asep, mas Zainal. Selamat datang ya. ma’af tidak salaman neh. Tangan terlanjur belepotan sambal.” kata saya sambil tertawa.

“Iya Bli Dewa. Kapan datang neh. Berapa orang dari Bali Bli..? tanyanya beruntun.

“Baru sampai juga mas. Kira-kira setengah jam yang lalu. Kami pada kelaparan neh, jadi ya langsung kesini saja cari makan.” kata saya menjelaskan.

“Dari Surabaya berapa mobil mas…? tanya saya lagi.

“Ada 8 mobil Bli.” katanya. “Sebagian ada yang langsung ke GOR. Pak Gunawan sesepuh KTI Surabaya juga ikut bli. Tapi beliau langsung ke hotel untuk beristirahat, karena beliau sudah sepuh.” kata Mas Asep lagi.

“Ok mas Asep, silahkan pesan dulu, biar ngga kelaparan dan masuk angin. He he he he.. “kata saya sambil tertawa.

Saya melanjutkan makan karena sudah memang benar-benar lapar.

Nenda

 

Malam semakin larut. Sudah pukul 01.29 WITA ketika kami selesai makan.

“Ma’af bli, saya mohon diri dulu ya, soale mesti pulang agak jauh keluar kota neh.” kata mas Azis. “Mohon ma’af tidak bisa ikut menyertai besok ya, karena Trooper belum siap.” katanya lagi. “Enjoy the journey ya.” katanya lagi.

“Ok mas Azis, trimakasih lo, sudah nemanin sampai subuh gini.” kata saya kepadanya.

“Eh mas Azis, aku kan ngga tahu penginapannya dimana. Anterin dong.” kata Bli Boncel sambil tertawa.

“Oh iya. Ini lo dekat kok. Di Hotel Lestari, saya sudah pesenkan. Saya pilihkan disana biar dekat dengan start keberangkatan besok.” katanya lagi.

Ok deh kalau begitu kita berangkat ya. Tapi tunggu dulu biar semua selesai mebayar.” kata Bli Boncel lagi.

Setelah semua mebayar makanan yang dipesan, kampipun pamitan kepada teman-teman KTI Surabaya yang sedang menyantap makan malamnya.

“Mas Asep, Mas Zainal dan semua teman-teman kami mohon diri ya, anak-anak sudah pada kecapaian mau istirahat.” kata saya kepada teman-teman yang sedang makan.

“Ok bli. Sampai ketemu besok ya.” kata mereka hampir bersamaan.

Kami menyeberang dan naik kekendaraan masing-masing.

“Ok Bli Boncel dan Bli Dewa, ikuti saya saja ya, kita ke hotel Lestari dekat sini.” kata Mas Azis sambil menjalankan kendaraannya.

Kamipun bergerak mengikuti mas Azis ke hotel Lestari. Malam sudah beganti subuh. Sudah pukul 02.17 dinihari.

“Menginap di Hotel Lestari”

Begitulah akhirnya kami mengikuti Mas Amin Azis ke hotel Lestari yang ternyata hanya beberpa meer dari alu-alun kota. Pukul 02.17 kami berhenti di depan sebuah gang yang rupanyaadalah pintumasukhotel Lestari itu. Mas Azis memberi kami sayarat untuk menunggu beberapa saat. Rupanya mas Amin ingin memastikan terlebih dahulu bahwa kamar yang dipesan untuk kami masih tersedia.

Tak berapa lama mas Amin keluar dan memundurkan kendaraanya dan memarkirnya disisi kiri jalan. Kemudian turun menghampiri Bli Boncel yang ada didepan saya.

“Bli Boncel, kamar sudah tersedia, harga kamarnya semalam Rp.125,000,- untuk tipe standard. Silahkan masuk dan mendaftar ke konternya.”  katanya.

“Saya mohon ma’af tidak bisa menyertai bli. Besok ada upacara 7 bulanan istri saya.” katanya lagi.

“Selamat beristirahat ya.” “Semoga turingnya besok menyenangkan dan dapat menghibur keluarga yang ikut.” katanya lagi.

Saya turun dari kendaraan dan meyalami mas Azis dan istrinya diikuti oleh semua teman-teman yang lain.

Mas Amin segera meninggalkan kami menembus kegelapan puntuk ulang kerumahnya. Dan kamipun bergegas masuk ke halaman hotel untuk memarkir kendaraan agar bisa  segera beristirahat.

Nampaknya hotel ini banyak juga tamunya. Hal itu dapat saya duga dari banyaknya kendaraan yang telah parkir di halaman parkirnya yang tidak seberapa luas.

Setelah memarkir kendaraan kami segera menuju lobi untuk mengambil kunci kamar dan niat kami segera beristirahat.

Kami menempati kamar di lantai tiga dari bangunan hotel ini. Hotel Lestari  ini tidak begitu luas, bangunannya juga sepertinya sudah cukup tua. Hal itu terlihat dari plafon yang sudah terlihat kotor dan agak kumal dan plafon juga sepertinya sudah sering di cat ulang, sehingga catnya sudah sangat tebal dan tidak rapi lagi dan banyak yang terkelupas disana sini.

Bagusnya, kami tidak perlu buka tenda malam ini dan bisa mandi sepuasnya disini. Harga Rp.125.000,- termasuk malan pagi termasuk standar. Namun jika dibandingkan dengan hotel Sukapura Inn tempat kami menginap sewaktu kami ke Bromo, hotel  Lestari ini terasa agak mahal. Bangunan hotel Sukapura Inn cukup bagus, kamar mandi yang selalu bersih dan ada air panas untuk mandi. Kamarnya juga luas dengan kasur spring bed yang rapi dan nyaman untuk berbaring. Harga yang sama Rp,125.000,- semalam cukup masuk akal. Beda sekali dengan Hotel  Lestari Jember ini. Tapi kami tetap bersyukur bisa tidur nyenyak malam ini.

Saya turun lagi ke parkir kendaraan untuk mengambil baju ganti, karena sedari pagi kemarin saya hanya mandi di Denpasar waktu hendak berangkat.

Semerntara istri dan anak saya Dewinta sudah tertidur nyenyak di bed sebelah.

Dikamar sebelah terdengar Bli Boncel masih berbincang-bincang dengan kedua anaknya yang rupanya masih bertanya ini dan itu.

Setelah mandi dan ganti pakaian saya duduk dipinggir tempat tidur sambil menonton tivi.  Kantuk jadi hilang setelah mandi karena badan jadi terasa segar. Sambil tiduran saya nonton acara di televisi sampai akhirnya tidak sadar telah tertidur.

Sewaktu terjaga sinar matahari sudah menembus tirai jendela kamar sehingga mata saya agak silau.

Saya bangkit dari tempat ditur dan duduk dipinggiran bed. Rupanya anak dan istri saya sudah bangunsedari tadi dan sudah selesai mandi dan tampak sedang mengemasi pakaian kotor untuk dimasukkan k etas plastik.

Setelah anak dan istri saya selesai mandi saya segera masuk kamar mandi dan mengguyur badan dengan air sehingga tubuh dan fikiran ini jadi segar untuk berangkat mengikuti turing ke Tanjung Papuma beberapa saat lagi.

Sudah pukul 08.15 WITA atau pukul 07.15 WIB ketika saya keluar dari kamar mandi dan berpakaian. 

Dua piring nasi putih dengan pecel dan tahu tempe terhidang di meja dengan dua cangkir teh panas yang masih mengepul. Rupanya ini adalah sarapan pagi yang telah termasuk di dalam harga kamar.

Saya menyuruh anak dan istri saya untuk sarapan terlebih dahulu.

Setelah selesai sarapan saya turun membawa barang bawaan yang kami turunkan tadi malam untuk dimasukkan kedalam mobil. Agak kaget ketika seorang pria paruh baya mencuci si Hitam sehingga bersih dari dari lumpur dan kotoran yang menerpa si Hitam selama perjalanan. Rupanya Bapak ini adalah salah seorang staff Hotel Lestari yang ringan tangan mau mencuci mobil para tamu yang menginap di Hotel Lestari. Pekerjaannya cukup bersih. Saya mengulurkan selembar uang sepuluh ribuan sebagai ucapan terimakasih.

Setelah semuanya selesai berkemas-kemas kamipun bergerak keluar hotel menuju meting poin yang ternyata hanya berjarak sekitar 400 meter dari hotel Lestari.

Begitu masuk meeting point ternyata sudah banyak teman-teman dari chapter KTI Paiton, KTI Jember, KTI Surabaya, KTI Gresik, KTI Blitar dan nampak juga Mas Nanang Koordinator KopDar dari KTI Pusat yang turut bergabung dalam KopDar Jawa Timur dan Bali yang ke I ini. Sekilas saya hitung ada 51 Trooper, 1 Taft Rocky yang sudah mengalami modifikasi kaki–kaki menggunakan garden dan suspensi milik Toyota FJ 40 yang terkenal  tahan banting sekuat badak mlik PakYoyok dari KTI Jember, Taft kebo milik Mas Hamka, dan ada 4 FJ Hard top dari Raung Jeep Clud dan Lumajang Jeep Club dan ada teman kita dari Paiton nekat membawa Isuzu Panther Hi Grade merah dalam  KopDar ini.

Setelah mendaftar ulang dan mendapat stiker serta dua buah T-Shirt acara dan briefing acara, kami mulai bergerak kearah utara dengan leader konvoi mas Iwan Senatni.

(bersambung)

Spotlight si Hitam

 

dewa

DK999YQ

Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s