(Reposted) Kopdar KTI Jawa Timur – Bali. bag. 1


Ringkasan cerita yang lalu :

Pak Dewa, saya akan berhenti sebentar, silahkan jalan terus nanti akan saya susul.” terdengar Bli Boncel di radio.

“Kenapa Pak Tut..?” tanya saya via radio dan mulai memperlambat laju si Hitam.

“Ada suara-suara krook krook di depan. Coba saya periksa dulu.” katanya lagi.

“OK Pak Tut. Sebaiknya diperiksa dulu. Saya juga akan berhenti sebentar untuk cuci muka biar tidak mengantuk.” kata saya lagi.

Didepan ternyata Pak Wiranto dan Mas Hamka juga berhenti karena melihat saya memasang sein ke kiri.

Akhirnya kami semua turun dari kendaraan masing-masing dan melihat kondisi FJ40 nya Bli Boncel, tapi belum sempat untuk ikut memeriksa, ternyata Bli Boncel sudah memberi tanda untuk terus saja.

Dan dari radio komunikasi dia memberitahu ternyata suara krook krook itu berasal dari kabel bel yang tidak terisolasi dengan baik sehingga kadang-kadang karena getaran bersinggungan dengan body dan menimbulkan bunyi krrook krook di bell…. He he he he…

Kami meneruskan perjalanan dengan agak bergegas. Dan tak terasa ternyata kami telah memasuki Gunung Gumitir yang kata orang agak angker. Jalan menanjak dan tikungan tajam cukup panjang. Saya mengendalikan si Hitam dengan tenang meski sebenarnya agak was-was juga mengingat jalan sepi dan malam sudah larut. Konon kabarnya di daerah ini sering ada kendaraan yang tiba-tiba mogok tanpa sebab yang jelas. Beberapa kali kami berpapasan dengan kendaraan yang menyorotkan lampunya sehingga mata saya silau yang membuat pandangan kedepan sedikit terganggu.

“Bli Boncel mobil Pak Wiranto mogok di tikungan kedua setelah tanjakan pertama. Bisa ditarik biar agak minggir bli. Tempat mogoknya persis di badan tikungan dan agak berbahaya.” terdengar Mas Hamka di radio. 

“Ok. Tunggu sebentar. Saya sudah dekat kok.” jawab Bli Boncel di radio. 

Dari kejauhan terlihat Trooper Kuning Pak Wiranto agak melintang di persis di tengah badan tikungan. 

Saya segera menepi ditempat yang agak lebar dan berhenti tanpa mematikan mesin dan lampu agar suasana sekitar agak terang.

Saya turun dari kendaraan dan mendekati kendaraan Pak Wiranto dan menanyakan apa yang terjadi. 

“Kenapa Pak..”? tanya saya. 

“Ngga tahu Pak. Tiba-tiba saja tenaga mesin hilang dan kemudian mesin mendadak mati. Saya coba start ngga ada respon. Seperti akinya mati.” Pak Wiranto menjelaskan lagi lebih detail. 

“Kita pinggirkan saja dulu ya, biar tidak membayakan orang lain dan kia sendiri.” kata saya lagi. 

“Pak Tut ada strap untuk narik keluar…?” Tanya saya ke Bli Boncel yang sudah mendekat sambil memasang head lamp di kepala agar dapat melihat ke mesin Trooper Kuning Pak Wiranto dengan jelas. 

“Saya bawa strap pak.” kata Bli Boncel sambil menunjukkan strap besar yang dibawanya. 

“Ok. Kita tarik dulu dan parkir di tempat yang agak lebar, baru kemudian kita periksa apa yang terjadi.” kata saya lagi. 

Setelah si Kuning keluar, Pak Wiranto membuka kap mesin dan saya memeriksa klem aki. Semuanya masih terpasang dan baut-baut klem juga kencang. Tidak ada yang longgar.

“Coba start dulu Pak.” kata saya kepada Pak Wiranto.

Pak Wiranto masukke kabin dan mencoba start.

“Sudah Pak.” tanya saya lagi, karena tidak ada tanda-tanda mesin di start.

“Sudah pak. Tapi lampu kontrol mati semua danngga ada respon” jawab Pak Wiranto.

“Apa akinya soak ya,?”  Kata saya sambil memeriksa sekali lagi klem-klem aki.

“Pak Tut coba di jumper akinya ya.” kata saya kepada Bli Boncel.

“Ok kita coba saja ya. Siapa tahu akinya sudah soak dan sekarang mati.” jawab Bli Boncel sambil beranjak dan naik ke FJ40 Ungunya untuk memutar kendaraannya jadi berhad-hadapan agar bias menjumper akinya ke Trooper Kuning Pak Wiranto.

Saya mengambil kabel jumper dari Pak Wiranto dan menjepitkan ujung terminalnya sesuai kutubnya masing-masing.

Setelah semua siap, Pak Wiranto mencoba menghidupkan mesin, namun tetap tidak ada respon, malah dikutub klem aki api memercik cukup besar yang membuat saya agak kaget dan ujung penjepit kabel jumper jadi lengket seperti di las. Saya melepas penjepit itu dengan mematahkan ujung penjepit yang lengket di klem aki itu.

“Kok seperti terjadi arus pendek ya Pak Tut..?” tanya saya pada Bli Boncel.

“Coba kita lepas dulu kabel-kabel yang ada di positif-nya satu persatu, biar kita tahu kabel yang mana yang korslet.” kata saya.

“Bawa kunci ring 10 pak..? tanya saya kepada Pak Wiranto.

“Ada pak.” jawabnya.

“Can ambil tempat kunci di belakang.” kata Pak Wiranto kepada anaknya.

Saya membuka klem kabel yang ada satu persatu, dan mencoba di start setelah dijumper, tapi masih terjadi korsleting.

Akhirnya semua kabel yang ada di terminal aki saya lepas. Kemudian saya minta aki di jumper dari aki FJ40nya Bli Boncel.

Ternyata arus pendek seperti tadi masih terjadi, bahkan kali ini lebih parah. Penjepit kabel jumper seperti dilas listrik dan sangat kuat lengket di klem aki si Kuning.

“Kenapa ya Pak Tut…? tanya saya ke Bli Boncel agak keheranan.

“Kan di aki sudah tidak ada beban sama sekali. Mestinya tidak terjadi efek seperti ini ya. Ini kan sama seperti kita nge-caharge aki saja mestinya.” kata saya lagi.

“Apa akinya rusak ya..? kata Bli Boncel agak bingung juga.

“Saya mau kencing dulu ya, coba dipasang saja lagi semua kabel-kabelnya Pak Dewa.” kata Bli Boncel sambil berlalu.

Saya memasang kembali semua klem kabel yang tadi dilepas. Setelah semua kabel dipsang dan baut pengikat klem dikencangkan,  saya coba hidupkan lampu kota dan ternyata hidup. Saya coba flashing lampu utama dan hidup normal juga.

“Pak coba saya start ya. Awas tangannya.” kata saya memperingatkan.

Dan saya putar kunci kontak dan “Srrt greng.” Mesin hidup dengan mudah. Saya bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang telah melindungi kami.

 “Ajaib pak.”kata Pak Wiranto.

 “Iya pak aneh juga ya.” kata saya menimpali.

 “Wah sudah hidup ya.” kata Bli Boncel yang tiba-tiba muncul diantara kami.

 “Ya sudah yuuk kita pamitan dan berangkat lagi.” kata saya.

“Pak Wir tolong mengucapkan terima kasih dan mohon ma’af kepada yang menunggu tempat ini, barang kali saja kita telah menggangu.” kata saya kepada Pak Wiranto.

“Baik pak.” kata Pak Wiranto sambil beranjak ke Trooper Kuningnya yang telah hidup.

“OK Pak Wir, silahkan berangkat, saya tetap di belakang Mas Hamka.” kata saya lagi sambnil menunggu Bli Boncel yang sedang memutar arah si Ungu.

Kamipun berangkat kembali kearah Jember yang tinggal beberapa kilometer lagi. Jalanan menanjak dengan tikungan tajam terus keatas dan kemudian mulai menurun.

“Pak Dewa, dulu Stallion saya mogok disini.” “Terus dibantu oleh Mas Amin ditarik ke Jember.” kata Bli Boncel.

“Ooh disini ya.” Jauh dong dereknya pak tut.” kata saya lagi.

“Oh ngga begitu, Mas Amin tuh kebetulan rumahnya dekat sini.” katanya lagi.

“Oooh gitu.” “Ini masih jauh ke Jember-nya Pak Tut..? tanya say alagi.

“Ya kira-kira 35 menit lagi sampai.” jawabnya.

Jalana terus menurun. Hanya sesekalisaja kami berpapasan dengan kendaraan lain. Rupanya orang-orang sudah malas bepergian dan lebih nyaman tinggal di rumah sambil nonton televisi.

Beberapa saat kemudian kami melewati daerah yang banyak rumah makan, tepatnya warung lesehan dikiri-kanan jalan. Bangunan yang hampir seragam. Dan masih terlihat cukup ramai pengunjungnya.

“Ini warung milik ibu-ibu Pak Dewa, ada Ibu Tutik, Ibu Titik, Ibu Tatik Ibu Tina, Ibu Sri, Ibu Nur. Pokoknya semua milik ibu-ibu dah.” kata Bli Boncel lagi sambil tertawa.

“Wah, kalau warungnya Ibu Tetek ada ngga Pak Tut.” kata saya sambil tertawa  berderai.

“Nah lo.” “Itu yang paling laris.” kata Bli Bocel sambil tertawa.

 “Sebentar lagi kita sampai Pak Dewa.” “Tinggal beberapa menit lagi.” kata Bli Boncel lagi.

(bersambung)

Ikuti terus lanjutan cerita perjalanan ini hanya di “da Trooper Bali.com”

dewa

DK999YQ

Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s