Sekilas Sejarah berdirinya KTI Bali


KTI Bali borned on 1-01-2006

Untuk memberi gambaran kepada semua teman-teman  KTI Bali mengenai bagaimana sejarah berdirinya  KTI Bali,  saya telah menyusun kilas balik perjalanan KTI Bali ini sebagai bahan pertimbangan dan pengetahuan kita semua. Saya berupaya untuk menuliskan semua kegiatan dan aktifitas KTI Bali yang sempat saya dokumentasikan selama ini secara obyektif dan tidak mengada-ada.

Saya sangat bangga KTI Bali bisa berkembang pesat dan semakin muncul ke permukaan dan sangat diperhitungkan oleh klub-klub otomotif lainnya bahkan mungkin sudah mempunyai nilai jual. Saya masih teringat bagaimana awalnya KTI Bali ini saya bangun dengan segala keterbatasan, baik personil, wawasan, pengetahuan tentang otomotif apalagi financial.

Bersama-sama Pak Wayan Murya yang kebetulan saya kenal sudah cukup lama . Saya berteman dengan Pak Wayan Murya sejak tahun 1991 dimana kami sama-sama menjadi anggota di Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah Bali.

Ketika saya membeli Trooper High Roof Silver pada tahun 2003, ternyata Pak Wayan Murya membeli Trooper Diesel yang belakangan kami ketahui adalah Stallion  yang hanya berpenggerak roda belakang.

Pertemanan kami yang cukup lama dan dari obrolan kami yang intents dan seringnya kami  berkomunikasi diradio, akhirnya tanpa sengaja kami saling menceritakan kendaraan kami masing-masing dan akhirnya saya  memberi gagasan untuk membentuk komunitas Trooper di Bali, namun kami belum menentukan nama.

KTI Bali First members 2006

 

Begitulah akhirnya pada tanggal 27 Juli 2004, pukul 16.00 WITA kami berdua berjanji untuk bertemu di Pantai Matahari Terbit, Padanggalak dan sepakat membentuk komunitas Trooper. Namun pada saat itu kami masih belum bisa memutuskan nama komunitas yang akan kami bentuk itu, sehingga formulir isian calon anggota yang saya buat pada waktu itu tidak mencantumkan nama klub yang akan dibentuk  Namun kami berdua mulai memakai nama Bali Chevrolet Trooper Club atau di singkat BCTC. Inilah sebenarnya cikal bakal KTI Bali.

Sampai akhirnya saya bertemu dengan Pak Yudi, dan Pak Agung Mega,  Pak Wayan bertemu Pak Ketut Sugiata dan seterusnya anggota terus bertambah hingga tercatat 5 orang anggota BCTC, dan stiker BCTC dicetak dengan biaya pribadi oleh kami berdua,  dan dibagikan secara gratis kepada semua teman-teman yang tergabung saat itu. Waktu itu ada dua stiker yang sempat kami cetak  yang satu adalah stiker Bali Chevrolet Trooper Club dan satu lagi adalah stiker dari ITOG (Isuzu Trooper Owner Guild) Amerika Serikat. ITOG atau Isuzu Trooper Owner Guild itu berbasis di Amerika Serikat dan terbuka untuk umum diseluruh dunia.

Jika kita mau bergabung kita dikenakan biaya inisiasi sebesar US$.21.00 dan kita berhak untuk memakai dan membuat stiker ITOG dengan wording “Trooper Rock, but they don’t roll” dan saya sudah begabung disini sejak tahun 2003. Stiker itu sempat saya bagikan kepada beberapa anggota KTI yang bergabung diawal semasih bernama BCTC.

Walaupun saat itu, kami baru beberapa orang saja, kami  telah sempat mengadakan turing bersama yang diikuti oleh 2 Trooper dan 1 Stallion. Saya dengan keluarga, Pak Wayan Murya dengan istri dan  Pak Yudi beserta keluarga. Waktu itu kami turing sekalian bertirtayatra ke Pura Pulaki dan ke Pura Luhur Melanting. Inilah sebenarnya turing kami yang pertama.

KTI first members pose together with Pak De Jeko

 

Sejak turing kami yang pertama itu kami bertiga mulai berburu pemilik Trooper untuk diajak bergabung dikomunitas Trooper BCTC ini, dan sampai akhir tahun 2005 yang terdaftar baru 7 orang, yaitu saya sendiri, Pak Wayan Murya, Pak Made Suadi, Pak Agung Mega, Pak Ketut Sugiata, Pak Yudi dan Pak Irwan Kusbianto.  Dalam era itu kami juga sempat mengikuti lomba mancing yang diadakan oleh RAPI Wilayah Tabanan, di desa Penebel Kabupaten Tabanan, 55 km sebelah barat daya kota Denpasar.

Dan dari milis KTI Jakarta yang saya ketahui dari Pak Agung Mega, akhirnya saya sering  bergabung untuk ikut berdiskusi seputar Trooper dan dari diskusi seputar Trooper dimilis KTI Jakarta, saya sering mengadakan kontak dan percakapan lewat telepon dengan teman-teman KTI Jakarta Pusat yang saat itu ketuanya adalah Bapak Suharmen Idris. Dari aktifnya saya mengikuti diskusi di millist terutama komunikasi yang intens dengan pak Jeko yang saat itu adalah Bendahara KTI Pusat, akhirnya Pak Jeko menganjurkan kepada saya untuk segera membentuk KTI Bali dan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk kepengurusan di Bali.

Setelah berdiskusi dengan teman-teman yang ada saat itu guna membahas kesiapan kita untuk dikukuhkan sebagai chpater KTI ke 3 di Indonesia  akhirnya melalui sms saya sampaikan kepada Pak Jeko bahwa kami siap untuk dikukuhkan.

Sebagai syarat untuk membentuk kepengurusan daerah, kami harus membeli stiker KTI Pusat minimal 10 set yang harganya waktu itu adalah  Rp.550.000,- dan saya dengan tidak mempertimbangkan untung rugi menyanggupi dan membayar dengan uang pribadi ke 10 stiker itu. Ke 10 stiker itulah yang  saya bagikan kepada anggota yang baru bergabung.

Untuk diketahui anggota yang baru bergabung kami pungut Rp.50.000,- per orang sesuai dengan aturan yang berlaku di KTI Pusat dan uang yang Rp. 50.000,- itu disetorkan ke bendahara KTI Bali yang sudah terbentuk yaitu Bp. Agung Mega.  Jadi dengan demikian saya telah menyumbangkan uang tunai sebesar Rp. 550.000,- ke kas KTI berupa stiker set KTI.  Setelah 10 set stiker yang saya beli dari KTI Pusat habis, saya pesan lagi di Denpasar sebanyak 20 set dengan harga Rp.18.000,- per-set sehingga saya mengeluarkan uang pribadi lagi sebesar Rp.340.000,- sehingga sejak KTI Bali di bangun saya pribadi telah mendonasikan uang tunai sebesar Rp.890.000,- dan saya tidak pernah menyebut-nyebut hal itu, namun mengingat pertumbuhan anggota yang sudah mulai banyak dan karena adanya selentingan dan pertanyaan  mengenai pertanggung  jawaban keuangan, saya dengan berat hati menyampaikan hal ini karena adalah merupakan bagian dari sejarah berdirinya KTI Bali yang tidak terpisahkan Saya mohon ma’af  jika hal ini kurang berkenan di hati teman-teman, namun saya ingin melaporkan laporan yang akurat dari semua aspek dan tidak ada yang boleh dikurangi ataupun ditambah-tambahkan.

Setelah persyaratan itu dipenuhi, pada tanggal 29 Desember 2005, Pak Jeko datang ke Bali dan menghubungi saya agar bisa datang malam harinya  ke hotel Puri Dalem, Sanur tempat beliau menginap untuk berbincang-bincang mengenai persiapan apa saja yang mesti kami lakukan untuk pengukuhan itu.

 Dan begitulah akhirnya tepat pada tanggal 1 Januari 2006, pukul 8.27 WITA sesuai dengan kesepakatan, saya menjemput Pak Jeko ke Hotel Puri Dalem dan kami pun pergi ke Lapangan Renon untuk berkumpul dengan teman-teman lainnya.

Saat itu anggota BCTC yang hadir berjumlah 6 orang yaitu Pak Agung Mega, Pak Yudi, Pak Irwan, Pak Ketut Sugiata, Pak Wayan Murya, Pak Irwan Kusbianto dan saya sendiri, sementara Pak Made Suadi tidak hadir karena berada di luar daerah. Saat itu Pak Jeko atas nama Pak Harmen sebagai ketua KTI Pusat mengukuhkan BCTC sebagai chapter KTI ke 3 di Indonesia. Dan sejak tanggal 1 Januari 2006 itu, BCTC dilebur dan  KTI Bali resmi dikukuhkan keberadaanya dengan susunan pengurus sebagai berikut :

Koordinator : Dewa Dwipayana

Sekretaris      : Yudi

Bendahara    :  A.A Mega Hartama.

Setelah KTI Bali resmi berdiri, mulailah kami berburu Trooper untuk diajak bergabung di KTI Bali dan sejak saat itu, anggota mulai bertambah terus, Ada Agung Wira, Pak Agus Pendit, Mas Arso, Pak Wiranto, Pak Ida Bagus Segara, Pak Bambang, I. B Komang Budiana,  begitu seterusnya sampai saat ini anggota KTI Bali yang aktif berjumlah 22 orang yang aktif.

Pada kesempatan ini, saya secara pribadi maupun organisasi menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Arso yang telah menyumbangkan 1 lembar Spanduk KTI Bali dengan printing digital, 300 copy full color flyer KTI Bali dan juga 6 lembar kartu tanda anggota yang telah kita pakai sebagai atribut dan media untuk memperkenalkan diri kita kepada masyarakat otomotive. Tak lupa saya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada  semua teman-teman KTI Bali yang telah membantu saya dalam menjalankan roda organisasi KTI Bali sampai saat ini. Demikianlah perjalanan KTI Bali kedepanpun dimulai.

Demikian sekilas info mengenai SEjarah berdirinya KTI Bali.

salam  KTI.

dewa

DK999YQ
Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s