(Reposted) Perjalanan ke Pulau Lombok. bag. 3 selesai.


Ringkasan cerita yang lalu :

Kami terus melaju kearah utara mengikuti jalan lama menuju Mataram, dan sesaat sebelum memasuki kota Mataram, kami mulai berpapasan dengan cidomo (Cikar-Dokar-beMo). Cidomo ini adalah sarana transportasi yang dirakit dari komponen Cikar, Dokar dan beMo. Cikar adalah sebuah bak dari kayu yang diberi roda  yang di Bali biasanya dipakai mengangkut bahan bangunan, di Lombok ini Cikar di rubah dengan memasang roda beMo dan diberi tempat duduk sepeti layaknya bemo sehingga bisa mengangkut penumpang seperti bemo, karena ditarik oleh Kuda maka sarana transport itu disebut CiDoMo, CikarDokarbeMo khas Lombok. Ditanggung tidak akan dijumpai ditempat lain di Indonesia….  Sedikit promosi neh 

Inilah cerita selanjutnya… 

Kami terus melaju kearah utara mengikuti jalan lama menuju Mataram, dan sesaat sebelum memasuki kota Mataram, kami mulai berpapasan dengan cidomo (Cikar-Dokar-beMo). Cidomo ini adalah sarana transportasi yang dirakit dari komponen Cikar, Dokar dan beMo. Cikar adalah sebuah bak dari kayu yang diberi roda yang di Bali biasanya dipakai mengangkut bahan bangunan, di Lombok ini Cikar di rubah dengan memasang roda beMo dan diberi tempat duduk sepeti layaknya bemo sehingga bisa mengangkut penumpang seperti bemo, karena ditarik oleh Kuda maka sarana transport itu disebut CiDoMo, CikarDokarbeMo khas Lombok. Ditanggung tidak akan dijumpai ditempat lain di Indonesia….  Sedikit promosi neh

CikarDokarbeMo khas Lombok. Ditanggung tidak akan dijumpai ditempat lain di Indonesia….  Sedikit promosi neh.

Kembali ke laptop seperti kata Tukul, pukul 12.22 WITA waktuTrooper kami memasuki kota Mataram, dan terus berputar ketengah kota untuk mencari rumah makan Taliwang yang dimaksud oleh Bapak Mertua saya di tengah kota dipinggir jalanmasuk pasar kota. Kota Mataram ternyata cukup ramai juga. Banyak kendaraan pribadi yan ghilir mudik di jalan raya, tidak seperti beberapa tahun yang lalu pada kunjungan saya ke Lombok pertama kalinya, jalanan masih sepi. Tidak banyak kendaraan pribadi yang hilir mudik di jalan raya. Yang banyak adalahangkot dan CiDoMo, namun seiring dengan berjalannya waktu, banyak perubahan yang terjadi.

Setelah berputar memasuki tengah kota, pukul 12 43 WITA akhirnya kami sampai juga di rumah makan ayam Taliwang milik Pak Muahdi itu.

Saya memarkir si Hitam di tempat parkir disebelah kiri pintu masuk pasar, dan kami bergegas turun dan masuk ke rumah makan.

Rumah makan Taliwang milik pak Muahdi itu tidak terlalu luas. Saya melihat kesekeliling ruangan  dan memperkirakan kalau luas ruangan kurang lebih 5 kali 8 meter atau kurang lebih 40 meter persegi. Ruangannya tampak sederhana dengan tembok dan kusen didominasi warna hijau kebiruan. Tersedia 6 set meja makan sedang yang di cat hijau kebiruan senada dengan tembok dankusen pintu dengan masing-masing meja mempunyai kapasitas 4 atau 5 tempat duduk dan ada 2 bangku panjang dengan meja panjang yang ditempel di tembok yang siap menampung 4 atau 5 orang per bangku. Total tempat duduk yang tersedia ada 47 tempat duduk.

Sebagian meja telah penuh oleh pelanggan, tinggal dua meja lagi yang kosong, satu agak dipinggir dengan empat kursi dan satu lagi ditengah dengan lima kursi.

Saya perhatikan para pelanggan yang sedang makan dan ada juga yang menunggu pesanannya, yang dari logat bicaranya para pengnjujng itu sepertinya dari daerah Jawa Timur.

Karena kami berlima maka kami memilih duduk di meja di tengah dengan kapasitas 5 tempat duduk. Seorang pelayan pria menghampiri kami dan menanyakan apa yang mau kami pesan.

“Ayam bakar 3 ekor, 2 ekor gurami bakar, plecing kangkung 4, sambal beberuk 5”. Jawab istri saya.

Beberuk adalah sambal mentah khas Lombok yang diramu dari terung sayur bulat kecil dicampur bawang yang diiris tipis dengan sedikit tomat. dan jeruk limau. Rasanya sedap nikmat, apalagi kalau kita habis bepergian jauh dan agak pusing, menyantap sambal ini disertai ayam taliwang ditanggung segala pusing dan mual akan sirna berganti dengan kesegaran.  Silahkan coba… Dijamin puas….Wah kok saya malah berpromosi…..

Sementara saya masih menulis dinotice book beberapa hal yang kami alami selama dijalan tadi. Untuk catatan perjalanan nanti.

“Ma’af minumnya apa mbak..?” kata pria itu lagi.

 “Saya Es kelapa muda ya.” Saya menjawab sebelum istri saya menjawab pertanyaan itu.

“4 Es Kelapa muda, satu es teh dan satu lagi Aqua tanggung ya.” Kata istri saya lagi.  Pria itu segera meninggalkan kami kebelakang.

Beberapa saat kemudian pria itu kembali membawa 5 gelas plastik yang ternyata adalah agar-agar yang dimasak seperti yang sering dibuat istri saya di rumah.

Karena lapar dan haus, tanpa fakir panjang kami menyantap agar-agar itu sampai tandas. Dasar lapar.

Sambil menunggu makanan dihidangkan, saya sempat corat coret di notice saya untuk menyusun rencana kami esok hari.Rencananya kami akan mengunjungi Sekarbela, desa pengrajin perhiasan mutiara, kemudianke desa Sukaraja tempat pengrajin kain tenun yang dikerjakan dengan tangan atau ATBM ; Alat Tenun Bukan Mesin, kemudian kalau ada waktu kami akan ke pantai Sekotong untuk melihat dari dekat keramba pembudi dayaan mutiara.

Kemudian esok lusa rencananya akan pergike Tanjung, kemudian turun lewat Pemenang ke pantai Senggigi. Mudah-mudahan waktunya cukup sehingga kami bisa melaksanakan semua yang telah kami rencanakan itu.

Akhirnya setelah menunggu sekitar 15 menit pesanan kami berupa Ayam bakar, Gurami bakar, Plecing kangkung dan sambal beberuk terhidang diatas meja.

Kami segera makan denga lahap. Ayam bakar taliwang disini memang benar benar enak. Cocok dengan selera lidah saya. Saya sempat menambah nasi putih kaerna rasanya perut ini belum cukup kenyang kalau cuma diisi satu piring saja. Dua piring nasi putih, dua ekor ayam bakar dan setengah ekor gurami bakar sepiring plecing kangkung dan sepiring kecil sambal beberuk serta tak lupa segelas besar es kelapa muda telah berpindah keperut saya dalam sekejap.

Setelah menghabiskan semua hidangan itu hingga benar-benar tandas badan saya baru terasa segar dan bertenaga lagi.

Seusai makan kami masih sempat duduk sejenak sambil berisitrahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Jalam Industri Gang Gili air rumah salah seorang saudara kami.

Setelah membayar hidangan yang kami makan sejumlah seratus tujuh puluh empat ribu lima ratus rupiah pukul 13.47 WITA kami meninggalkan rumah makan milik Pak Muahdi itu menuju Jalan Industri Gang Gili Air di Ampenan yang tidak terlalu jauh dari Mataram, kurang lebih 15 menit berkendara.

 Akhirrnya pukul 14.19 WITA kami sampai di rumah saudara kami di Jalan Industri Gang Gili Air, didepan gang saudara kami menjemput dengan motor dan mengantar kami ke tempat parkir yang tidak jauh dari rumahnya.

Kami menurunkan barang-barang bawaan kami dan  masuk kerumah saudara kami untuk berisitirahat . Rencananya kami akan bermalam untuk beberapa hari di sini

Esok kami akan menjelajahi beberapa tempat-tempat istimewa di Pulau Lombok. 

Ikuti terus laporannya.  

Salam “da Trooper Bali”

Dewa

DK999YQ

Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Dewa

DK999YQ

Hi-Roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s