(Reposted) Perjalanan ke Pulau Lombok. bag. 1


Hi my brother KTI Friends….  Apa kabar…?  Every things are OK with you right…?   Excellent…  Saya senang jika semua teman-teman KTI dimanapun berada dalam keadaan sehat wal’afiat, tidak kekurangan satu apapun, seperti halnya saya. 

Kali ini saya ingin  berbagai dengan semua teman-teman pengalaman perjalanan saya ke Lombok pada tanggal 18 -20 Oktober 2007 yang baru lalu.

Ikutilah cerita selengkapnya berikut ini.

Perjalanan ke Lombok cukup lama telah saya rencananakan setelah kunjungan saya ke Lombok pada tahun 1997 beberapa tahun silam, namun karena beberapa kesibukan akhirnya rencana itu tinggal rencana yang belum terlaksana, sampai pada usatu hari saya di cari bapak mertua untuk mengantarkan ke Lombok, karena ada keponakan dari istri yang menikah disana. Nah kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Saya mesti berangkat ke Lombok sekalian untuk survey tempat jika suatu saat nant teman-teman KTI Bali ingin ke Lombok, untuk touring ataupun light offroad.

Keesokan harinya saya segera mengatur-atur schedule dan pekerjaan di kantor agar tidak ada masalah dikantor sementara saya tinggal ke Lombok. Tidak lupa mengisi formulir untuk cuti selama 3 hari kerja.

Tidak banyakpersiapan yang saya lakukan untuk perjalanan ke Lombok ini,  Si Hitam hanya di cek kaki-kakinya, pemeriksaan semua baut pengikat dikolong, termasuk baut pengikat garden, baut roda dan memeriksa ketinggian air accu, memeriksa deep stick dan berbagai pemeriksaan kecil lainnya.

Ternyata si Hitam ada sedikit masalah dengan sistim mekanis fuel pump membrane untuk supply bensin ke karburator. Ada kebocoran olie dari dalam rumah sistim mekanisnya. Saya tanya ke bengkel kepercayaan mengenai akibat dari bocornya oli dari sisteim mekanis tersebut, namun menurut bengkel tidak terlalu masalah, Cuma disarankan segera menggantinya. Tapi sayang di Denpasar tidak ada dijual, sehingga mesti pesan dulu ke Jakarta.  Saya tanya lagi apakah akan masalah jika tetap dibawa ke Lombok. Menurut mekanik di bengkel kepercayaan saya, jika Cuma 3 hari sampai 2 minggu tidak akan berakibat fatal, tapi disarankan segera mengganti begitu pulang dari Lombok.

Begitulah, akhirnya pada tanggal 18 Oktober 2007 saya berangkat ke Lombok dengan muatan total 5 penumpang dewasa dan sedikit cargo bawaan kami masing-masing.

Pulau Lombok yang terkenal dengan pulau seribu mesjid terletak disebelah timur laut pulau Bali dengan luas kurang lebih satu setengah Pulau Bali.

Pulau Lombok  terkenal dengan Gunung Rinjani dan kerajinan gerabahnya yang unik di Desa Banyumulek, budidaya Mutiara di pantai Sekotong dan pengrajin perhiasanan Mutiara di desa Sekarbela, dan tidak lupa kerajinan kain tenunnya dan banyak lagi yang unik dari pulau Lombok ini.

Nanti kalaucukup waktu akan saya exporer dan akan saya laporkan penjelajahan kami di Pulau Lombok.

Dengan sedikit persiapan hari Jum’at tanggal 18 Oktober 2007 kami pun berangkat dari rumah saya di Jalan Gatot Subroto Barat, pada pagi hari pukul 05.30 dan bahkan sempat mampir di Jalan Pulau Ambon untuk menjemput Bapak dan Ibu Mertua serta adik ipar yang ikut kami.  Cuaca sangat cerah pagi itu, dan saya merasa nyaman mengendarai si Hitam Trooper kesayangan saya yang baru saja habis di tune up karena karburatornya belum fit seperti yang saya harapkan. Malam sebelumnya si Hitam saya cuci bersih, sehingga dia tampak kinclong cling dan menarik perhatian orang yang kami lewati. Boleh ge er dikit ya…. He he he….

Pukul 05.45 kami sudah meluncur di aspal mulus jalan Raya Renon menuju ke arah timur. Untuk mempersingkat waktu kami akan menyusuri jalan by Pass Ketewel yang sekarang diberi nama Jl, Profesor Dr. Ida Bagus Mantra untuk mengenang mantan Gubernur Bali yang mencetuskan dan membentuk Pesta Kesenian Bali yang tetap dilaksanakan hingga saat ini.

Jl. Profesor Dr. Ida Bagus Mantra masih sangat sepi ketika kami melintas. Udara sejuk karena matahari belum lagi memancarkan sinar teriknya. Hanya satu dua kendaraan yang berpapasan dengan kami. Membuat saya lebih leluasa menendang pedal gas hingga kecepatan si Hitam bisa rata-rata 90 km perjam.

Jarak Denpasar – Padangbai  kurang lebih 105 km akan kami tempuh sekitar 1 ½ jam dengan kecepatan rata-rata 80 km perjam. Jadi estimasi saya kami akan tiba di pelabuhan Padangbai kurang lebih pukul 07.30 WITA, dan jikalau penyeberangan Padangbai – Lembar  lancar maka pukul 11.30 WITA kami sudah merapat di Lembar.

Begitulah saya terus mengendalikan si Hitam menyusuri by pass Professor Dr. Ida Bagus Mantra melewati daerah pengrajin batu yang membuat pelinggih untuk tempat sembahyang masyarakat Bali, semakin ke timur semakin lengang, kami melewati deretan café dan warung ikan bakar yang bertebaran di sepanjang jalan by pass itu. Jalan Profesor Ida bagus Mantra ini juga sering diliput dikoran local kaerna banyaknya café remang-remang yang menawarkan hidangan plus, kata koran lokal. Kalau diperhatikan memang banyak café disepanjang jalan di sebelah kiri jalan atau di sisi utara berderet café ikan bakar. (Kalau yang ini sih memang café untuk makan siang dan makan malam) sementara di sisi kanan atau diselatan berderet acafe remang-remang yang menwarkan hidangan plus tadi.

Melintas di Jalan Profesor Dr. Ida Bagus Mantra cukup mengasyikkan, karena jalan ini mengikuti pinggir pantai Padanggalak terus kearah timur sehingga kita bisa melihat laut Padanggalak di kejauhan dengan perahu yang masih tertambat di pinggir pantai. Pemandangan yang cukup indah sebenarnya, sayangnya ada sedikit gangguan dari kabel listrik tegangan tinggi Jawa – Bali untuk supply daerah Gianyar, Klungkung sampai Karangasem di pinggirnya.

Tak terasa kami telah berkendara sejauh 75 km dan matahari mulai semakin tinggi dan sinarnya  yang hangat menembus kabin Trooper Hitam kami.  Digital clock di console box menunjukkan pukul 06.45 WITA, berarti tinggal 30 km lagi kami akan tiba di pelabuhan Padangbai.

Saya terus memacu si Hitam dengan kecepatan tetap 80 km perjam sambil berbincang-bincang dengan istri saya yang duduk di jok tengah. Dan tanpa terasa ternyata jalan by pass Profersor Ida Bagus Mantra sudah habis kami susuri hingga ke ujung dipertigaan traffic light. Lampu merah membuat saya menghentikan si Hitam. Setelah lampu hijau menyala, kami berbelok kanan dan kini kami menyusuri jalan kecil menuju arah Kusamba sebelum ke Padangbai. 

Suasana jalan di desa Kusamba ini cukup ramai oleh penduduk desa yang mungkin baru pulang dari pasar. Terutama kaum ibu yang membawa barang-barang belanjaan yang di jinjing di kedua tangan kanan dan kiri, sementara di atas kepala menyunggi bakul belanjaan juga. Luar biasa kaum wanita di pedesaan ini. Mereka mampu membawa barang belanjaan sebanyak itu dalam sekali jalan di jinjing dan di kepala tanpa harus memegangi bakul yang di atas kepalanya.  Sunggh berbeda dengan kaum wanita yang terbiasa hidup di kota. Jangankan menyunggi bakul, menenteng tas keranjang pun ogah, selain tas kecil yang modis.  He he he he.. Itulah hasil emansipasi Ibu Kartini. Ma’af bu bukan bermaksud jahil…  Itu adalah emansipasi yang kebablasan barangkali.

“Awas kelewatan, belok kanan dong”. Tiba-tiba istri saya memperingatkan saya.

Saya tersadar dan segera pasang sein ke kanan. Ternyata kami sudah tiba didesa Padangbai dan kami menyusuri jalan ke pelabuhan.

Pukul 06.58 kami sudah masuk gerbang pelabuhan. Tidak seperti di pelabuhan Gilimanuk ataupun Ketapang, disini kami mesti parkir dulu kemudian turun membeli tiket penyeberangan.  Saya memarkir si Hitam kepinggir dan kemudian turun untuk ke loket tiket penyeberangan. Saya sempat membaca harga tiket penyeberangan untuk masing-masing golongan kendaraan. Unuk jenis sedan dan jeep digolongkan ke golongan IV dengan harga tiket Rp.470.000,- ditambah jasa pelabuhan Rp.15.000,- dan sumbangan untuk PMI dan parkir total yang harus dibayar adalah Rp.498.000,- Hampir Rp. 500.000,-  Lumayan kerasa di kantong.  He he he.

(bersambung)

salam “da Trooper”

dewa

DK999YQ

Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s