(Reposted) Perjalanan KTI Bali ke TIG VIII Jawa Timur. bag. 6


Rngkasan cerita yang lalu :

Panggung diisi life musik dengan lagu-lagu berirama pop rock yang cukup enak didengar sehingga menambah hangatnya suasana. Sekali lagi pembawa acara mengundang para peserta untuk segera masuk ke hall karena acara akan segera di mulai.

Pembukaan resepsi TIG VIII Jawa Timur.

Malam  semakin larut, sementara masih banyak teman-teman dari chapter berbagai wilayah yang belum masuk ke hall, sehingga sekali lagi pembawa acara mengundang mereka untuk segera berkumpul agar acara pembukaan TIG VIII segera bisa di mulai.

Akhirnya pukul 20.49 WIB acara dibuka oleh pembawa acara. Hampir 2 jam molor dari waktu yang seharusnya oukul 19.00 WIB. Namun nampaknya banyak juga eman-teman yanag belum hadir di acara pembukaan ini Saya yakin mereka kelelehan dan mungkin jadi erlamabt untuk berbersih-bersih diri setelah seharian berkutat berjuang ditengah trek untuk bisa lolos dan tiba ti Lava View pada pukul 19.00 WIB seperti yang tertera di Itinerary perjalanan.

Acara pembukaan diawali oleh sambutan dari ketua panitia Pak Iwan dari Surabaya dengan melaporkan persiapan acara dan susunan acara dari siang tadi hingga pembukaan ceremonial malam ini.

Menurut Pak Iwan, acara TIG VIII sudah dimulai siang tadi dengan acara fun ff road melintasi Country Road dari teminal Probolinggo menuju Lava View di puncak gunung Bromo yang melintasi perkebunan teh, kebun coklat dan hutan lindung di taman cagar alam pegunungan Bromo yang memerlukan 5 jam perjalanan dari terminal ke pegunungan Bromo. Beberapa kendaraan peserta yang mendapat kerusakan di berbagai bagian sehingga perjalanan fun off road itu menjadi bertambah lama apalagi jumlah kendaraan yang masuk trek sangat banyak. Ada 73 Trooper yang masuk trek.  Jumlah yang tidak sedikit untuk bisa keluar dari trek tepat waktu. Begitulah rencana tiba di Lava View kurang lebih pukul 19.00 WIB akhirnya baru bisa tiba di Lava View pukul 20.00 WIB, sehingga praktis acara pembukaan TIG VIII jadi molor juga.

Anyway, itulah fun off road. Terkadang sangat sulit untuk memastikan waktu tempuh didalam trek, karena saat survey trek dan saat acara,  trek akan berubah, apalagi jika hujan mengguyur trek itu. Trek yang tadinya fun-fun saja  akan berubah drastis dan tidak tertutup kemungkinan menjadi trek yang sangat ekstrem untuk kendaraan sekelas Trooper yang rata-rata masih standar.

Hal ini sering saya alami di trek kami yang di Baturiti maupun di Bedugul, Bali.  Masih segar dalam ingatan saya saat si hitam terpaksa mesti dibawa kebengkel kaki-kaki dan mondok beberapa hari karena kesalahan prosedur saat di evakuasi dari cerukan dalam, karena posisi roda yang belum lurus saat di winch, sehingga akhirnya lower arm berubah sudutnya dan mesti dibongkar untuk di center ulang.

Berubahnya trek sungguh diluar perhitungan kami, mengingat seminggu sebelumnya trek itu masih sangat light dan cocok untuk fun off road, namun karena hujan lebat yang terus menerus selama beberapa hari rupanya membuat tanah tergerus dan meninggalkan lubang dan alur air dalam dan kontur tanahnya sangat labil karena merupakan tanah humus yang lembut dan mudah amblas saat dilindas. 

Kembali ke TIG VIII Jatim, karena trek Country Road yang panjang dan melelahkan akhirnya banyak teman-teman yang terlambat tiba dan ada juga yang bahkan tidak mengikuti acara pembukaan ini karena masih membersihkan diri. Apalagi sebagaian besar dari kami membawa anak-anak kecil yang mulai rewel karena jenuh atau kelelahan ditrek Country Road siang tadi.

Ini menjadi catatan buat saya untuk memberi masukkan kepada pengurus pusat  agar kedepannya nanti bisa memperbaiki dan membuat Country Road yang lebih ringan sehingga tidak memerlukan waktu yang terlalu panjang melaluinya. Menurut saya pribadi sebaiknya acara jalan-jalan seperti Country Road ini dibuat benar-benar fun sehingga dapat menghibur peserta, utamanya anak-anak dan juga mereka yang baru bergabung di keluarga besar Trooper Indonesia.

Sebab TIG adalah Trooper Indonesia Gathering, seperti namanya semestinya yang diutamakan dalam acara ini dan diberi porsi waktu yang agak banyak adalah Gathering-nya sehingga teman-teman dari berbagai chapter dapat bertemu dan berinteraksi secara fisik dan melakukan “eye balls” istilah dari amatir radio untuk percakapan secara langsung ataupun
”face to face” saat Gathering seperti ini.  Disinilah saatnya para anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dapat saling bertemu dan berkenalan secara langsung setelah sebelumnya mungkin hanya bisa berkomunikasi lewat milis di internet atau via hand phone.

Sungguh sayang jika kesempatan bertemu dan bertatap muka langsung yang hanya sekali setahun ini jadi mubazir karena waktunya habis untuk acara fun off road yang sangat melelahkan peserta. Seyogyanya fun off road dibuat hanya sebagai pelengkap acara dan juga melihat waktu yang tersedia. Semoga hal ini dapat menjadi pertimbangan pengurus untuk meninjau kembali acara TIG kedepannya dan TIG agar di fokuskan untuk acara bertemu dan berkumpul untuk saling mengenal sesama anggota. Saya termenung mengingat acara yang sedang berlangsung dan yang akan dilaksanakan sehubungan dengan pelaksanaan TIG VIII Jawa Timur 2008 ini.

Anyway, back to the even now.  Pak Iwan didampingi oleh Pak Sudirman dari KTI Surabaya yang menjadi Panitia pelaksana TIG VIII kali ini masih memberikan laporannya. Pak Iwan juga menjelaskan susunan acara malam ini adalah perkenalan sesama anggota, briefing untuk acara penanaman 1.000 pohon yang akan dilakukan esok pagi di atas pegunungan Bromo di belakang Lava View yang gundul.  Ada 1.000 batang pohon lebih rencananya di tanam diatas gunung Bromo untuk mengikat tanah agar tidak terjadi longsor.

Selesai briefing acara dilanjutkan dengan makan malam bersama secara prasmanan dengan menu ayam goreng, ikan laut goreng dengan sambal tomat dan acar, cap cay dan sayur hijau dilengkapi dengan  hiburan life musik dari band local yang membawakan lagu-lagu pop dan irama country yang cukup menghibur peserta. Makan malam baru dimulai pukul 22.15 WIB karena keterlambatan dari peserta untuk tiba di Lava View setelah mengikuti jalan-jalan Country Road. Untungnya suasana kebersamaan cukup kuat di antara teman-teman KTI sehingga makan malam yang terlambat itu tidak begitu jadi masalah.

Setelah makan malam bersama usai, Panitia menyerahkan panel kenang-kenangan kepada leader dari masing-masing chapter. Yang diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Pak Iwan didampingi oleh Pak Sudriman dari KTI Surabaya.

Usai penyerahan plakat kenang-kenangan dari panitia kepada peserta, saya mewakili KTI Bali juga menyerahkan kenang-kenangan dari KTI Bali berupa panel kayu yang cantik kepada perwakilan seluruh chapter yang berkesempatan hadir pada TIG VIII Jawa Timur 2008 kali ini. Semoga panel itu bisa manjadi alat untuk mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan dari semua anggota Komunitas Trooper Indonesia yang ada di seluruh Indonesia tercinta ini.

Acara pembukaan TIG VIII ditutup dengan acara sarasehan yang dihadiri oleh seluruh leader dari masing-masing chapter untuk membahas rencana kedepan Komunitas Trooper Indonesia yang saat ini sudah memiliki 12 chapter di seluruh Indonesia. Yang berdiri mulai dari KTI Pusat Jakarta, KTI Surabaya, KTI Bali, KTI Paiton, KTI Bandung, KTI Yogya, KTI Semarang, KTI  Blitar, KTI Duri, KTI Lampung, KTI Riau daratan dan KTI Jember dan KTI Duri di Riau daratan yang sedang dalam persiapan.

Sarasehan dipandu langsung oleh Mas Echa sebagai Ketua Umum Komunitas Trooper Indonesia periode 2008 – 2013 mendatang.

Dari hasil sarasehan itu Ketua Umum KTI akan menyusun program kerja kedepan selama 5 tahun yang akan di laksanakan secara konsisten dan sesuai dengan harapan dari masing-masing chapter yang ada sehingga program kerja dapat berjalan optimal dan memberi azas manfaat bagi semua chapter dan juga masyarakat pada umumnya.

Program kerja diwilayah-wilayah akan diserahkan ke masing-masing chapter dengan mengacu pada program kerja yang telah disusun oleh Pengurus Pusat dan telah disetujui oleh seluruh chapter yang ada. Even KTI yang telah berjalan selama ini adalah :

TIG atau Trooper Indonesia Gathering yang mana pelaksaannya diadakan setiap tahun sekali dengan tempat yang berpindah-pindah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu.

TIFOR atau Trooper Indonesia Fun Off Road adalah salah satu even dari Komunitas Trooper Indonesia untuk memberi  pembelajaran dan pelatihan dasar bagaimana acara mengoperasikan kendaraan 4 X 4 bagi anggota yang dipandu  oleh Pengurus QQ seksi teknik. Dengan mengikuti TIFOR dan pelatihan diharapkan semua anggota dapat mengoperasikan kendaraan 4 X 4 dengan benar dan aman.

TIAOR atau Trooper Indonesia Adventure Off Road adalah salah satu even dari Komunitas Trooper Indonesia. Disini peserta yang telah mengikuti TIFOR dapat menguji ketrampilannya dalam mengoperasikan kendaraan 4 X 4. Disinilah saatnya menguji ketrampilan, dan menguji nyali para anggota yang telah siap fisik maupun kendaraannya. TIAOR dapat dilakasanakan beberapa kali dalam setahun sesuai dengan situasi dan  kondisi sat itu.

TICA atau Trooper Indonesia Charity Action adalah salah satu acara Komunitas Trooper Indonesia untuk meng-ekspresikan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan mengadakan bakti sosial yang mungkin dibutuhkan oleh lingkungan maupun tempat yang lainnya. Dengan TICA anggota diharapkan ikut berpartisipasi dalam masalah sosial dan sedapat mungkin bisa membantu  penanggulangannya. TICA dapat saja dilaksanakan setiap waktu jika keadaan menuntut untuk itu.

Sarasehan diakhiri pukul 23.17 WIB karena malam sudah sangat larut dan mangingat besok pagi kami mesti berkumpul pagi pagi sekali untuk menanam 1.000 pohon di puncak gunung Bromo.

Team KTI Bali akan kembali ke hotel Sukapura yang agak jauh dibawah dengan 25 menit berkendara menuruni gunung.

Melihat istri dan anak-anak yang sudah kelelahan, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Hotel Sukapura Inn dan meninggalkan Agung Wira dan Gusmang yang ditemani oleh Bli Boncel, Pak Frans dan teman-teman dari Surabaya yang masih mengutak atik Trooper Hijau Agung Wira yang mogok. Pak Ketut Uban juga ikut turun dibelakang saya diikuti oleh Yande dengan Trooper Hitamnya.

Sedikit catatan saya mengenai Trooper Hijau Agung Wira ini. Tahun lalu ketika mengikuti TIG VII Yogya si Hijau juga mogok dan akhirnya ditinggal di Surabaya hampir 3 bulan. Saat itusi Hijau masih menggendong mesin bawaannya 4ZD1 yang sedang dalam eksperimen dan  dicangkok trubo, namun karena masih menggunakan karburataor, tampaknya turbonya tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan malah membuat mesin bensinnya jadi berantakan.

Akhirnya setelah 3 bulan ditinggal di Surabaya kami menjemput sampai di Lumajang, Jawa Timur saat teman-teman KTI Surabaya mengadakan fun off road disana. (ikuti cerita Off road di Lumajang)

Setelah berkendara menuruni gunung menembus gelapnya gunung Bromo kurang lebih 45 menit, pukul 12.11 WIB kami tiba di Sukapura Inn dan seera istirahat untuk memulihkan tenaga agar bisa menanam pohon besok.

Sebelum istirahat saya sempat menghubungi Bli Boncel untuk menanyakan Trooper Hijau Agung Wira dan mendapat informasi bahwa si Hijau sudah sehat. Ternyata kerusakannya hanya pada kabel arus ke pompa electric yang terkelupas dan menempel ke ground sehingga sekringnya terbakar dan pompa tidak bekerja untuk mengirim solar ke ruang bakar. Bli Boncel yang menemukan kabel merah yang terbakar isolatornya dan menempel ke ground itu.

Kemungkinan mekanik yang melakukan engine swap ke si Hijau memasang kabel merah itu terlalu dekat dengan manifold yang panas sehingga panas dan guncangan saat dijalan membuat kabel itu bersentuhan dengan manifold dan  membuat isolatornya meleleh dan terjadi arus pendek disana yang memutuskan sekring pengamannya.

Pukul 00.57 WIB saya dengar lamat-lamat beberapa kendaraan memasuki halaman parkir hotel didepan kamar. Saya mengintip lewat jendela dan tampak Agung Wira, Gusmang, Pak Frans dan Bli Boncel turun dari kendaraan sambil bercakap-cakap.

Akhirnya saya keluar kamar dan menanyakan kondisi si Hijau yang dijawab oleh Agung Wira bahwa hanya ada masalah kecil saja, hanya saja tidak ada yang tahu dimana masalahnya.

Saya kembali kekamar dan beristirahat.

Penanaman 1.000 pohon di Gunung Bromo

( bersambung )

Ikuti terus cerita perjalanan ini, karena banyak hal yang bisa kita pelajari dari cerita ini…

salam

dewa

DK999YQ

SIlent-Hi-roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s