(Reposted) Adventure ke Sukamade dan Merubetiri. bag. 3


Ringkasan cerita yang lalu :

Oooh ma’af pak saya juga belum tahu. Cuma kata teman-teman disini yang akan jadi penunjuk jalan daerah itu ada di sebelah tenggara Banyuwangi”.  “Dari sini kurang lebih 65 kilometer. Cuma mesti pakai jip atau SUV yang four wheel, kaena jalannya rusak berat dan agak ekstrem untuk kendaraan jenis biasa.”  kata saya lagi.

“Lha ini mobilnya memang 4 X 4 ya.?” katanya lagi sambil mendekat kearah si Hitam yang sedang saya bersihkan kaca depannya.

“Iya pak. Ini 4 X 4.” Jawab saya.

“Lha ini apa bukan Kijang ya…?” tanyanya lagi membuat saya tersenyum.

Oalah. Mungkin si Hitam ini terlihat seperti Kijang yang di body lift kaya Kijang ALTO ya. Hi hi hi…

“Bukan Pak, ini Isuzu Trooper. Memang sudah 4 X 4 dari sononya.” Kata saya lagi menjelaskan.

“Ini bensin atau solar..?”  tanyanya lagi penasaran.

“O ya. Ini bensin pak, tapi ada juga yang solar kok.” “Trooper bensin mulai dibuat awal tahun 1991 sampai tahun 1996, saat pabrik perakitannya di bongkar untuk memproduksi Opel Blazer. Trooper solar dibuat mulai tahun 1984 sampai tahun 1990. Pada tahun-tahun awal diperkenalkan Trooper 3 pintu dengan Short Wheel Base. Sedikit lebih panjang dan lebih lebar dari Daihatsu Taft. Kemudian disusul dengan diperkenalkannya Trooper dengan Long Wheel Bases denga 4 Pintu mulai tahu 1985 akhir sampai dengan tahun 1988. Namun Karena tuntutan pasar, Long Wheel Based kemudian dikembangkan menjadi 5 pintu” kata saya lagi menjelaskan panjang lebar.

“Kalau konsumsi BBM nya bagaimana pak.?”  tanya bapak itu lagi.

“Kalau yang solar cukup ekonomis pak. 1 liter bisa untuk menempuh 9 sampai 12 km. Dengan asumsi mesin sehat terawat.  Namun pada jamannya, banyak orang mengeluh karena tenaga Trooper diesel sangat payah dan bolot. Tentu saja kurang bertenaga karena tenaga mesin diesel yang Normal Aspirated hanya mampu menghasilkan tenaga 55 PS.  Akhirnya Isuzu mengeluarkan mesin versi bensin denga tenaga 112 PS seperti yang saya pakai ini pak. “Namun konsumsi BBM mesin bensin ini juga agak boros. 1 liter hanya mampu menempuh 6 sampai 7 km saja.”  kata saya lagi.

“Wah modelnya bagus pak. Gagah dan kelihatannya kokoh ya.” Katanya lagi.

“Iya lumayan pak dengan harga kendaraan yang murah meriah, cukup sepadan.” Kata saya lagi.

“Itu yang versi diesel pak. “ kata saya sambil menunjuk Trooper Pak Wiranto yang sedang di bersihkan.

“Baik pak terimakaih atas penjelasannya.” Saya mau ngobrol sama bapak itu dulu ya.”  katanya sambil menunjuk pak Wiranto.

“Baik pak.  Silahkan.” Kata saya sambil melipat lap Kanebo yang sudah selesai saya pergunakan.

Tiba-tiba anak saya keluar kamar dan minta diantar untuk berenang. 
Saya bergegas menyelesaikan membersihkan si Hitam dan mengantar anak saya ke kolam renang di halaman tengah hotel Surya Jajag ini.

Sambil mengantar anak saya ke kolam renang, saya sempatkan diri untuk melihat-lihat sekitar hotel Surya Jajag ini. Kolam renangnya cukup luas dan bersih. Tampak sudah banyak anak-anak diantar orang tuanya masing-masing yang berenang. Ada yang sedang dilatih oleh guru privatnya dan ada juga yang sekedar berendam.

Saya tinggal anak dan istri saya ditemani oleh Mbak Irma istri pak Agus Pendit  di kolam renang. Sementara saya kembali ke kamar untuk mandi dan mengemasi barang-barang bawaan danmemasukkannya ke bagai. Tampaknya pak Agus Pendit juga sudah selesai mandi dan sedang memasukkan barang-barang bawaan ke truk KIA 4 X 4 nya.

Setelah mandi saya duduk di kursi di depan kamar ketika Pak Agus mengajak saya untuk sarapan di kantin restaurant di sebelah kolam renang. Kami beranjak ke kantin dan duduk di meja ditengah ruangan. Kami memesan nasi rawon dan menyerahkan kupon sarapan kepada petugas. Sambil menikmati sarapan kami membahas perjalanan dan rute yang akan kami lalui. Dari Pak Agus Pendit yang telah sempat beberapa kali ke Sukamade saya mengerti bahwa kami akan menyeberangi 5 buah sungai yang cukup lebar dan 2 buah parit yang juga lebar.

Dan berharap tidak turun hujan. Karena jika hujan turun cukup lebat air sungai akan naik cukup tinggi dan kami akan sulit untuk menyeberangi sungai yang berair deras dan dalam. Sementara kebanyakan peserta masih mengandalkan kendaraan dengan tinggi yang standard.

Pukul 8.45 WITA anak  dan istri saya selesai berenang dan kembali ke kamar untuk berkemas-kemas. Sementara kami Pak Agus Pendit, Pak Wiranto dan anaknya Ican, Bli Ketut Boncel masih duduk di kantin menunggu kedatangan teman-teman dari KTI Jember, KTI Surabaya, Lumajang Jeep Club dan Kebo Liar 4 X 4 Team dari Banyuwangi.

(bersambung)

Ikuti terus cerita petualangan KTI Bali ya…

Salam dari Bali

Dewa

DK999YQ

Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s