Fakta Mengenai Minyak Rem adalah Komponen Keselamatan


Dibandingkan dengan komponen kendaraan lain, cairan atau fluida (sering disebut dengan minyak) rem, frekuensi perawatannya kalah dibandingkan dengan oli mesin dan transmisi. Padahal perannya sangat penting karena menyangkut keamanan manusia. Tidak hanya bagi pemakai mobil, juga orang-orang di sekitarnya.

Pada umumnya pabrik mobil merekomendasikan mengganti minyak rem setiap 2 tahun atau 40.000 km. Hal tersebut berlaku untuk kondisi normal. Kalau kondisi kerja rem berat, misalnya sering melalui jalanan macet, frekuensi penggunaan rem jadi tinggi. Ini bukan saja mempercepat kampas atau piringan (rem ckaram) aus. Umur pakai fluida rem jadi pendek.

Titik Didih
Cairan rem akan mendidih bila rem digunakan dalam waktu lama. Misalnya, ketika rem mendadak pada kecepatan tinggi. Atau saat mobil meluncur di turunan tanpa memanfaatkan efek “engine brake” (menggunakan gigi rendah). Pengemudi hanya mengandalkan rem kaki!

Jika minyak rem mendidih, akan terbentuk uap atau gas. Kemampuannya memindahkan tenaga untuk memperlambat atau menghentikan laju mobil jadi berkurang atau bisa saja hilang total. Berbahaya!

Kalau minyak rem sudah mengandung gas (angin palsu), selain kerjanya kurang pakem (harus dikocok), air bisa pula terbentuk di dalamnya. Kalau sudah begini, titik didihnya jadi turun. Selanjutnya, air menyebabkan komponen rem berkarat.

Minyak rem umumnya menyerap air dari udara. Karena itulah, untuk mencegahnya, tutup reservoir atau tangki minyak rem harus terpasang dengan sil yang kuat dan rapat. Hal yang sama juga berlakukan untuk botol minyak rem dengan sebagian isinya telah digunakan.

Jangan Buka!
Perhatikankanlah kondisi cairan rem pada reservoir paling kurang sebulan sekali. Jangan pernah membuka tutup reservoir selama cairan rem masih berada pada garis “MAX” dan warnanya tidak berubah.

Ketinggian dan warna cairan bisa digunakan sebagai indikator kondisi kampas atau piringan rem. Misalnya, bila ketinggiannya turun, berarti kampas atau cakram rem menipis (salah satu atau kedua-duanya).

Bila hendak menambahkan cairan rem, guna cadangan yang tersimpan dalam botol yang tertutup rapat. Jangan membuka tutup reservoir dalam waktu lama. Mengisinya juga tidak boleh penuh. Ruang kosong di reservoir digunakan untuk menampung pemuaian saat rem panas.

Fakta Cairan Rem
Gunakan minyak rem sesuai dengan rekomendasi pabrik mobil. Jangan mencampur cairan rem dengan spesifikasi berbeda, m isalnya DOT3 dengan DOT4. Juga jangan pernah menggunakan DOT5 kalau tidak direkomendasi.

Perlu diketahui, cairan rem, DOT dan DOT4 lebih mudah menyerap air. Karena itu, jangan menggunakan minyak rem dari botol yang terbuka lama.

Jadi jelas kan.

Salam dari Bali…

Dewa

DK999YQ

Silent-Hi-Roof-Black-Trooper

Sumber : Kompas.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s